kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45897,51   5,93   0.66%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tiga Analis Rekomendasikan Buy Saham ESSA, Simak Penjelasannya


Rabu, 11 Januari 2023 / 06:35 WIB
Tiga Analis Rekomendasikan Buy Saham ESSA, Simak Penjelasannya


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga gas amonia yang tinggi masih mendukung kinerja PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) pada tahun 2023. ESSA juga telah melangkah jauh untuk menyediakan produk amonia biru.

Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan dalam riset 11 November 2022 menyebutkan bahwa pasokan yang terbatas dan melonjaknya harga gas telah memaksa produsen amonia Eropa untuk menutup sebagian operasi mereka. Hal tersebut membuat harga amonia lebih tinggi karena pasokan mengering.

Emiten produsen amonia tersebut diuntungkan dari penghentian pasokan gas atas konflik Rusia dan Ukraina. Gangguan pasokan gas alam dan melonjaknya harga di Eropa telah memaksa produsen amonia untuk mengurangi ataupun menangguhkan operasi mereka.  

Andreas menyoroti bahwa gas menyumbangkan 65% - 85% dari biaya produksi amonia. Hal ini membuat harga amonia meroket mengingat terbatasnya pasokan.

Di sisi lain, permintaan amonia tetap solid yang didukung oleh tingginya permintaan pupuk di tengah harga komoditas yang menguntungkan, terbantu pula daya beli dan penggunaan petani yang masih kuat.

"Perhatikan bahwa konflik yang semakin parah juga telah mengganggu pasokan amonia dari Rusia, produsen amonia terbesar kedua di dunia," tulis Andreas dalam riset.

Baca Juga: Surya Esa Perkasa (ESSA) Optimistis Target Pendapatan Tahun Lalu Terpenuhi

Andreas menambahkan, ada potensi kenaikan dalam produksi amonia. Potensi tambahan pasokan gas dari pengembangan Senoro tahap 2 juga akan memberikan peluang bagi ESSA untuk meningkatkan kapasitas produksi amunisinya.

Saat ini, ESSA telah mencapai tingkat utilisasi 120% di kuartal III-2022 dengan total kapasitas produksi tahunan 743 metrik ton.

Sebagai informasi tambahan, ESSA juga dalam waktu dekat menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu alias private placement.

ESSA akan menerbitkan saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1,56 miliar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10, atau dalam jumlah maksimal 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dana yang diterima ESSA melalui private placement akan digunakan untuk meningkatkan investasi pada anak perusahaan, yakni PT Panca Amara Utama.

PT Panca Amara Utama merupakan perusahaan yang menginisiasi produksi amonia milik ESSA.

Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti melihat bahwa prospek ESSA masih akan prospektif di tahun 2023.

Kinerja ESSA bakal ditopang dari sisi harga amonia yang masih tinggi, imbas keterbatasan pasokan global.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×