kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

The Fed Naikkan Bunga, Ini Peluang Saham AS di Sektor AI dan Teknologi


Jumat, 18 September 2026 / 19:20 WIB
The Fed Naikkan Bunga, Ini Peluang Saham AS di Sektor AI dan Teknologi
ILUSTRASI. Ilustrasi Untuk Reksadana (KONTAN/Muradi)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aset offshore, khususnya pasar Amerika Serikat (AS), masih dinilai menarik bagi investor Indonesia sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Apalagi saat ini kondisinya suku bunga global masih tinggi dan indeks dolar AS di level yang kuat.

Diketahui Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya ke level 3,75%-4,0% pada FOMC September. Kenaikan suku bunga ini ialah pertama kali sejak Juli 2023. Kondisi ini mendorong penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury.

Investment Specialist Sucor Asset Management Myura Blessya V Walewangko mengatakan, aset offshore AS dapat dipertimbangkan terutama oleh investor dengan profil risiko agresif.

Baca Juga: BEI Siapkan Daftar Saham untuk Short Selling, Hanya 3-5 Emiten pada Tahap Awal

Menurut dia, kondisi suku bunga yang tinggi membuat arus dana cenderung mengalir ke pasar dan sektor yang memiliki fundamental kuat. Selain itu, perusahaan dengan kemampuan menghasilkan pertumbuhan laba atau earnings growth yang solid juga berpotensi lebih menarik untuk dicermati.

“Dalam kondisi suku bunga yang tinggi, arus dana cenderung mengalir ke market dan sektor dengan fundamental kuat yang juga mampu menghasilkan earnings growth yang solid,” jelas Myura kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Untuk kelas aset, Myura melihat saham global atau global equities masih menarik, terutama sektor teknologi dan ekosistem artificial intelligence (AI). Sektor tersebut dinilai memiliki peluang pertumbuhan seiring berlanjutnya investasi perusahaan teknologi besar dalam pengembangan infrastruktur AI.

Di Sucor Asset Management, salah satu produk yang dapat menjadi pilihan untuk memperoleh eksposur terhadap pasar tersebut adalah Sucorinvest Global Equity Sharia USD (SGESU).

Myura mengatakan, secara year to date (YTD) hingga 31 Agustus 2026, SGESU mencatatkan kinerja positif sebesar 8,3%. Pada periode yang sama, aset kelolaan atau asset under management (AUM) SGESU tumbuh 124% menjadi US$ 1,94 juta.

Ke depan, katalis utama yang perlu dicermati adalah pertumbuhan laba (earnings) perusahaan-perusahaan AS, khususnya yang berada dalam ekosistem AI.

Baca Juga: BEI Siapkan Daftar Saham untuk Short Selling, Hanya 3-5 Emiten pada Tahap Awal

Menurut Myura, peningkatan belanja modal atau capital expenditure (capex) dari perusahaan hyperscalers seperti Apple, Google, Meta, dan Microsoft berpotensi membuka ruang pertumbuhan bagi sejumlah sektor pendukung ekosistem AI.

Peluang tersebut antara lain terdapat pada industri semikonduktor, data center, hingga infrastruktur AI, termasuk bagi perusahaan seperti Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD) juga dapat terdampak oleh peningkatan kebutuhan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×