kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Tertekan saham-saham perbankan, Wall Street stagnan


Senin, 15 Juli 2019 / 22:06 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Tiga indeks utama Wall Street berhenti mencatat rekor tertinggi pada perdagangan Senin (15/7) setelah saham bank berbalik arah  lebih rendah, setelah bank pemberi pinjaman terbesar ketiga Amerika Serikat (AS) tersebut Citigroup melaporkan margin bunganya mengalami tekanan.

Mengutip Reuters, saham Wall Street turun 1,3% dan membalikkan keuntungan awal dari laba kuartalan dan membebani pemberi pinjaman besar. Pada pukul 10:08 waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,02% pada level 27.327,86, Indeks S&P 500 turun 0,05%, menjadi 3,012,18 dan Indeks Nasdaq Composite turun 0,02%, di level 8.242,23.

Baca Juga: Indeks bursa Wall Street cetak rekor tertinggi tersengat sinyal penurunan bunga

Direktur Strategi Bank dan Ekuitas di Vining Sparts Marty Mosby mengatakan, penurunan saham-saham perbankan karena margin bunga bersih Citi terkompresi 5 basis poin secara berturut-turut pada kuartal ini. Kondisi ini membuat investor cemas karena akan menyebabkan pendapatan dan profitabilitas yang rendah untuk bank-bank besar AS.

"Investor bank paling khawatir tentang penurunan suku bunga jangka pendek yang akan datang ketika Federal Reserve mulai memangkas suku bunga Fed Funds," ujarnya.

Baca Juga: Optimisme pemangkasan suku bunga membawa S&P 500 dan Dow Jones menembus rekor

Sambil menanti laporan keuangan JPMorgan Chase & Co. Goldman Sachs Group Inch dan Wells Gargo, pada hari Selasa besok, indeks perbankan tercatat turun 0,95% dan menyebabkan penurunan 0,54% dalam indeks keuangan S&P 500. Keuntungan perusahaan S&P 500 diprediksi turun 0,3% year over year. Itu merupakan penurunan triwulan pertama dalam tiga tahun menurut data Refinitiv IBES.

Selain saham perbankan, saham Boeing Co yang turun 1,4% juga turut membebani Indeks S&P 500 dan Dow Industrials, karena laporan bahwa pesawat 737 Max jet-nya belum akan mengangkasa sampai awal 2020.

Baca Juga: Indeks S&P 500 dan Dow mencatatkan rekor tertinggi pada pembukaan bursa, Jumat (12/7)

Sementara top losers yang paling membebani indeks adalah saham Symantec Corp yang merosot 13,1% setelah laporan bahwa perusahaan cybersecurity dan pembuat chip Broadcom Inc telah menghentikan kesepakatan.

Sementara saham General Electrik Co turun 1,1% setelah broker UBS menurunkan peringkat konglomerat industri menjadi netral dari beli, menurut para traders.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×