CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Terpopuler: Banyak saham baru mentok di Rp 50, ASII menggetarkan pasar saham


Senin, 16 Desember 2019 / 06:30 WIB
Terpopuler: Banyak saham baru mentok di Rp 50, ASII menggetarkan pasar saham

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah artikel yang Kontan.co.id angkat kemarin (15/12) menjadi kabar terpopuler. Misalnya, Ada 11 saham perusahaan yang baru melantai 2016-2019 yang telah masuk dalam kategori saham gocap.

Kemudian, aksi korporasi emiten saham Astra International Tbk (ASII) boleh dibilang paling menggelegar dan menggetarkan pasar saham. Nah, berikut lima artikel Kontan.co.id yang jadi kabar terpopuler:

Banyak saham baru mentok Rp 50 gara-gara otoritas kejar setoran

Ada 11 saham perusahaan yang baru melantai 2016-2019 yang telah masuk dalam kategori saham gocap alias mentok di harga terbawah Rp 50 per saham pada Jumat (13/12).

Direktur Avere Investama Teguh Hidayat mengatakan, saham-saham yang bisa turun sampai level gocap alias Rp 50 per saham memang memiliki fundamental yang kurang baik. Menurut dia, perusahaan yang baru saja melantai dan sudah masuk saham gocap rata-rata merupakan perusahaan yang baru saja berdiri dan memiliki bisnis yang tidak jelas.

Artikel selengkapnya: Banyak saham baru mentok Rp 50 gara-gara otoritas kejar setoran

Hasil Liga Saham Big Cap Pekan Kedua: ASII menyodok, BBRI dan BMRI memimpin

Banyak kejutan terjadi di bursa saham sepanjang laga perdagangan saham pekan lalu. Di antara sekian banyak kejutan, tendangan geledek aksi korporasi emiten saham Astra International Tbk (ASII) boleh dibilang paling menggelegar dan menggetarkan pasar saham.

Kamis (12/12), ASII dan Standard Chartered bank (Stanchart) meneken perjanjian jual beli saham bersyarat atas 89,12% saham Permata Bank Tbk (BNLI) dengan Bangkok Bank dari Thailand. Nilai akuisisi saham Permata bisa mencapai US$ 2,6 miliar atau setara dengan kurang lebih Rp 37,43 triliun.

Artikel selengkapnya: Hasil Liga Saham Big Cap Pekan Kedua: ASII menyodok, BBRI dan BMRI memimpin


Sinyal kuat pergerakan saham telekomunikasi masih terasa hingga akhir tahun

Kinerja keuangan sektor telekomunikasi kompak menguat. Analis memproyeksikan ruang pertumbuhan sektor halo-halo masih terbuka lebar seiring meningkatnya tren penggunaan data. Emiten sektor ini pun jadi menarik karena termasuk sebagai sektor defensif. 

Mengutip laporan keuangan kuartal III-2019, PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih 15,65% secara tahunan menjadi Rp 16,46 triliun. Sementara, pendapatan naik tipis 3,45% secara tahunan menjadi Rp 102,63 triliun. 

Artikel selengkapnya: Sinyal kuat pergerakan saham telekomunikasi masih terasa hingga akhir tahun

IHSG berpotensi melemah di awal pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (15/12) diproyeksikan melemah. Pada penutupan Jumat (13/12), IHSG menguat 57,92 poin atau 0,94% ke level 6.197,32. Dalam sepekan terakhir, IHSG menguat 0,17%.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi, IHSG pekan ketiga Desember berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 6.139 sampai 6.095 dan resistance di level 6.210 sampai 6.250.

Artikel Selengkapnya: IHSG berpotensi melemah di awal pekan


Garap bisnis pembiayaan, OVO beri pinjaman hingga Rp 500 juta

PT Visionet Internasional (OVO) terus berupaya mengembangan bisnis. Terbaru, OVO meluncurkan pembiayaan DanaTara yang dirancang untuk pelaku UMKM.

Layanan keuangan OVO ini bertujuan untuk memperluas akses bagi usaha mikro kecil serta menengah dalam mengembangkan potensi bisnis.

Artikel Selengkapnya: Garap bisnis pembiayaan, OVO beri pinjaman hingga Rp 500 juta




TERBARU

Close [X]
×