kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.877   19,00   0,11%
  • IDX 6.035   -81,94   -1,34%
  • KOMPAS100 790   -4,59   -0,58%
  • LQ45 596   -2,90   -0,48%
  • ISSI 210   -2,78   -1,31%
  • IDX30 337   -1,48   -0,44%
  • IDXHIDIV20 413   -2,86   -0,69%
  • IDX80 90   -0,43   -0,47%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,64%
  • IDXQ30 108   -0,39   -0,36%

Terkoreksi tipis, harga minyak WTI naik lebih dari 4% di bulan April


Senin, 30 April 2018 / 07:26 WIB
ILUSTRASI. Kilang Minyak Exor Satu PT Pertamina, Balongan, Jabar


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawali pekan ini, harga minyak melanjutkan penurunan tipis akhir pekan lalu. Senin (30/4) pukul 7.13 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2018 di New York Mercantile Exchange turun tipis 0,16% ke US$ 67,99 per barel ketimbang akhir pekan lalu di US$ 68,10 per barel.

Harga minyak brent pun turun dalam dua hari perdagangan berturut-turut setelah mencapai level tertinggi Kamis pekan lalu. Harga minyak brent untuk pengiriman Juni di ICE Futures turun 0,39% ke US$ 74,35 per barel ketimbang harga pada Jumat lalu di US$ 74,64 per barel.

Akhir pekan depan, Presiden Amerika Serikat (AS) akan menentukan kelanjutan atau pembatalan sanksi Iran. Sanksi ini merupakan kesepakatan dengan enam negara lain atas program nuklir Iran. Jika sanksi diperbarui, maka ekspor minyak Iran akan terganggu dan menahan pasokan minyak global.

"Itulah faktor terbesar yang mendorong pasar minyak mentah saat ini. Volatilitas pasar minyak masih rendah sepekan ini karena menunggu keputusan 12 Mei," kata Rob Thummel, portfolio manager perusahaan investasi energi Tortoise Capital kepada Reuters.

Harga minyak brent naik 7,22% sepanjang bulan April. Sedangkan harga minyak WTI menguat 4,81% di bulan keempat tahun ini.

Faktor pendorong kenaikan harga minyak lainnya adalah penurunan produksi minyak mentah Venezuela. Dalam dua tahun terakhir, produksi minyak negara yang sedang kisruh ini turun hingga 40%.

Sementara AS terus menambah produksi minyak. Berdasarkan data Baker Hughes, sepekan lalu, ada tambahan lima rig yang beroperasi. Sehingga total ada 825 rig yang beroperasi di AS. Ini adalah jumlah terbesar sejak MAret 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×