kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Tekanan harga CPO masih mengancam


Rabu, 27 Maret 2013 / 07:55 WIB
Tekanan harga CPO masih mengancam
ILUSTRASI. Layanan swab test drive thru oleh PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS).


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) turun dua hari berturut-turut setelah pekan lalu mendaki. Harga CPO di Bursa Derivatif Malaysia untuk kontrak pengiriman Juni 2013, Selasa (26/3) turun 1,01% menjadi RM 2.437 per metrik ton dari hari sebelumnya.

Menurut surveyor Interfek, ekspor CPO Malaysia turun 7,5% menjadi 1,07 juta ton selama lima hari terakhir, setelah sebelumnya naik 11% selama 20 hari di bulan ini. Stok CPO Malaysia di bulan Februari mencapai 2,44 juta ton setelah sebelumnya menyentuh rekor sebesar 2,63 juta ton Desember 2012. "Kenaikan ekspor selama beberapa pekan sulit dipertahankan dengan pajak ekspor CPO saat ini, yang tidak memberikan insentif kepada eksportir," kata Chung Yang Ker, analis Philip Futures Pte kepada Bloomberg.

Ariana Nur Akbar, analis senior Monex Investindo Futures mengatakan, faktor penurunan harga CPO saat ini salah satunya disebabkan oleh kejenuhan pasar terhadap reli harga belakangan.

Faktor lainnya yang membuat harga terkoreksi adalah karena para pelaku pasar masih memantau perkembangan situasi ekonomi di zona euro. Menurut Ariana, negara-negara Eropa juga merupakan konsumen CPO yang cukup besar, sehingga adanya krisis finansial di Siprus turut mempengaruhi ekspektasi pasar. "CPO sedang berada dalam tekanan. Sebelumnya India memberlakukan tarif impor, sekarang masalah dari Eropa kembali mengganggu pergerakan CPO," kata Ariana.

Ibrahim, analis Harvest International Futures menambahkan, penurunan harga CPO terjadi karena adanya spekulasi meningkatnya stok CPO Malaysia. "Berkurangnya permintaan yang dibarengi dengan penambahan jumlah produksi secara otomatis menurunkan harga, karena stok akhirnya berlimpah tanpa ada pembeli. Sampai akhir pekan ini harga CPO masih cenderung tertekan," kata Ibrahim. India dan China belum ada informasi baru soal kemungkinan penambahan impor.

Sampai akhir pekan ini, Ariana memprediksi adanya pelemahan terbatas pada CPO, dengan pergerakan berada di kisaran RM 2.370 – RM 2.503 per metrik ton. Sedangkan, Ibrahim memprediksi harga CPO masih akan melemah terbatas, di kisaran RM 2.418 – RM 2.474 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×