kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Tekanan Global Picu Kenaikan Yield SBN dan Turunnya Minat Lelang SUN


Minggu, 25 Januari 2026 / 13:25 WIB
Tekanan Global Picu Kenaikan Yield SBN dan Turunnya Minat Lelang SUN
ILUSTRASI. IHSG Melemah-Suasana di BRI Danareksa Sekuritas, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli

Terkait pelemahan rupiah, Ramdhan menyebut kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan ekonomi akibat ketidakpastian global.

Situasi ini membuat investor menjadi lebih berhati-hati dan cenderung menahan diri untuk masuk ke pasar obligasi, meskipun kebutuhan terhadap instrumen surat utang tetap ada.

Ke depan, Ramdhan menilai tekanan pasar obligasi masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, seiring dinamika global yang masih berubah. Namun, dalam jangka lebih panjang, peluang penurunan suku bunga dinilai masih terbuka.

Baca Juga: Penerbitan SBN Meningkat, Yield SBN Diprediksi Turun di 2026

Menurutnya, ketegangan global, termasuk kebijakan tarif dan dinamika hubungan antarnegara besar, bersifat sementara dan berpotensi mereda melalui negosiasi.

Ramdhan memperkirakan dalam dua hingga tiga minggu ke depan pasar masih berpotensi tertekan, namun dalam satu hingga dua bulan ke depan kondisi pasar dapat kembali lebih stabil.

“Kalau kondisi global sudah lebih stabil, itu akan cenderung menguatkan pasar kita. Saya masih cukup optimistis yield bisa mendekati 6,0% lagi di kuartal I 2026,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×