kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tekanan akhir bulan


Selasa, 29 Januari 2013 / 08:02 WIB
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Galih Pradipta


Reporter: Dina Farisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah lesu pada perdagangan awal pekan. Di pasar spot, Senin (28/1), pasangan USD/IDR naik 1,8% ke level 9.832. Kurs tengah dollar Amerika Serikat (AS) di Bank Indonesia (BI) juga naik 0,2% menjadi 9.670.

Head of Treasury BCA, Branko Windoe menjelaskan, rupiah tertekan karena disparitas pasokan dan permintaan dollar AS. Di akhir bulan, permintaan dollar AS oleh korporasi selalu naik.

Branko bilang, kekhawatiran pasar akibat timpangnya pasokan dan permintaan masih berlangsung. "Hingga akhir bulan, kecenderungan pelemahan rupiah masih terbuka," ujar Branko.

Analis Monex Investindo Futures, Albertus Christian menuturkan, lesunya rupiah merupakan dampak kekecewaan pasar yang menginginkan kebijakan baru BI untuk meredam kejatuhan rupiah. Ia memprediksi, pelemahan kurs rupiah masih berlanjut. Pelemahan juga akibat proyeksi positifnya laju sektor perumahan dan membaiknya data durable goods di AS. "Kedua data tersebut akan menguntungkan dollar AS dan menekan rupiah," kata Albertus.

Albertus menebak, USD/IDR akan bergerak di kisaran 9.790-9.850, hari ini. Branko memperkirakan, rupiah bergerak antara 9.650-9.850.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×