kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.008,41   -2,46   -0.24%
  • EMAS1.131.000 0,27%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tekan Emisi Karbon, Gunung Raja Paksi (GGRP) Akan Produksi Baja Ramah Lingkungan


Senin, 06 November 2023 / 13:31 WIB
Tekan Emisi Karbon, Gunung Raja Paksi (GGRP) Akan Produksi Baja Ramah Lingkungan
ILUSTRASI. Gunung Raja Paksi (GGRP) semakin serius bertransformasi menjadi perusahaan baja ramah lingkungan.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) semakin serius bertransformasi menjadi perusahaan baja ramah lingkungan. Dengan menerapkan teknologi Australia pada fasilitas produksinya, GGRP berencana mengurangi emisi karbon industri baja melalui inisiasi peralihan dari gas alam ke hidrogen ramah lingkungan. Inisiatif ini didukung pemerintah Indonesia dan Australia melalui sebuah studi kelayakan teknis yang dilakukan Katalis

Katalis sendiri adalah program pengembangan perdagangan dan investasi unik lima tahun (2020-2025) yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia.

Jika proyek ini terlaksana, GGRP akan menggantikan penggunaan gas alam pada pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, dengan hidrogen ramah lingkungan yang diproduksi perusahaan energi ramah lingkungan asal Australia, Fortescue.

Paul Bartlett, Direktur Katalis mengatakan, transisi menuju ekonomi ramah lingkungan memerlukan upaya bersama antarbisnis untuk berkolaborasi, berinovasi, dan berinvestasi. “Katalis mendukung studi kelayakan teknis yang akan berpengaruh pada kelayakan produksi besi dan baja tanpa emisi, dan pada saat yang sama memajukan kemitraan ekonomi dan integrasi pasar antara Indonesia dan Australia,” kata Paul dalam siaran pers, Senin (6/11).

Baca Juga: Gunung Raja Paksi (GGRP) Berharap Penjualan Baja Naik

Studi kelayakan teknis tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman Gunung Raja Paksi dan Fortescue yang ditandatangani pada acara KTT B20 di Bali pada bulan November 2022. Sesuai nota kesepahaman alias momorandum of understanding (MOU), kedua pihak sepakat menyelidiki peran hidrogen dan amonia ramah lingkungan yang dipasok oleh Fortescue dalam upaya dekarbonisasi pada pabrik-pabrik baja GGRP serta peluang offtake.

Nota kesepahaman dan studi kelayakan teknis ini dapat membantu mewujudkan visi GGRP mencapai pengurangan emisi karbon secara penuh pada tahun 2030 dan netralitas karbon pada tahun 2050. Adapun studi kelayakan teknis tersebut diharapkan rampung pada bulan Desember 2023.

Dengan masukan teknis dari Fortescue, studi kelayakan teknis yang didanai Katalis akan menganalisis potensi penggantian pembakaran gas alam yang mengeluarkan karbon dalam operasi manufaktur baja pembakaran stasioner GGRP dengan gas hidrogen ramah lingkungan.

Baca Juga: GGRP Optimistis Industri Baja Masih Ada Ruang Tumbuh Meski Bea Impor Diberlakukan

Kimin Tanoto, Anggota Komite Eksekutif GGRP menyebut, dekarbonisasi produksi baja sejalan dengan komitmen GGRP untuk mencapai net zero dan menghasilkan keunggulan kompetitif secara regional. “Dukungan Katalis terhadap studi kelayakan teknis untuk memanfaatkan hidrogen ramah lingkungan di pabrik kami di Jawa Barat akan sangat mendorong inovasi dan model komersial baru,” kata Kimin.

Ke depan, GGRP dan Fortescue akan menelusuri peluang mengembangkan fasilitas hidrogen ramah lingkungan di dalam pabrik baja GGRP di Cikarang, yang luasnya lebih dari 200 hektar. Hidrogen ramah lingkungan yang diproduksi di pabrik tersebut direncanakan akan menggantikan gas alam yang saat ini digunakan dalam proses hilir dan memastikan efisiensi berkelanjutan dalam produksi baja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×