kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

TBIG percepat pembayaran utang Rp 730 miliar


Kamis, 25 Juni 2015 / 07:22 WIB


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) ingin meringankan beban bunga pinjaman dengan membayar utang lebih cepat. Kalau tak ada onak bin duri, di kuartal kedua ini TBIG membayar utang US$ 55 juta atau ekuivalen Rp 730 miliar.

Sebab, "Kami kelebihan aliran kas. Tanggal 26 Juni, TBIG akan melunasi Rp 730 miliar," kata Helmy Yusman, Direktur Keuangan TBIG Santoso, Selasa (23/6). TBIG memiliki fasilitas pinjaman sindikasi US$ 1 miliar dari 11 bank. Pinjaman itu terdiri dari tiga fasilitas yakni fasilitas A bernilai US$ 400 juta dengan bunga LIBOR +2,1% per tahun untuk kreditur dalam negeri dan 2% untuk kreditur luar negeri. Pinjaman ini jatuh tempo Januari 2020.

Ada lagi fasilitas pinjaman revolving seri B US$ 300 juta berbunga LIBOR +1,85% untuk kreditur dalam negeri dan 1,75% kreditur luar negeri. Pinjaman ini jatuh tempo Juni 2018. Lalu terdapat fasilitas pinjaman revolving seri C US$ 300 juta. Bunganya adalah LIBOR +1,6% per tahun untuk kreditur dalam negeri dan 1,5% untuk kreditur luar negeri. Nah, pinjaman ini jatuh tempo November 2015.

Helmy menyebut, pembayaran utang itu untuk menghemat cost of fund. Ketimbang TBIG membayar beban bunga, lebih baik melunasi utang lebih cepat. Kas TBIG lumayan tebal, yakni di angka Rp 1 triliun. TBIG ingin menurunkan leverage. Sampai akhir tahun lalu, rasio utang terhadap modal atau debt to equity ratio (DER) di 3,5 kali.

Selain itu, TBIG memiliki pendanaan eksternal belum digunakan. Seperti pinjaman bank US$ 300 juta dan obligasi US$ 500 juta yang belum diterbitkan. Awalnya pinjaman eksternal tersebut untuk ekspansi anorganik seperti akuisisi. Seperti diketahui, rencana TBIG mengakuisisi Mitratel urung dilaksanakan. Lantaran rencana tersebut belum mendapat izin.

Karena itu, TBIG hanya akan ekspansi organik hingga akhir tahun ini. Kuartal II-2015, TBIG telah menambah tenant sebanyak 385 unit. "Kuartal II lebih bagus. Kenaikannya di atas 10% dibanding kuartal I," ucap Helmy.

Pada kuartal I-2015, TBIG memiliki 350 tenant. Sehingga hingga semester I, TBIG memiliki 735 tenant. Ini untuk memenuhi target kepemilikan sebanyak 2.000 tenant hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×