Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Bank Jakarta berubah. Bank yang dulu bernama Bank DKI ini memundurkan rencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2027 mendatang.
Sebelumnya, Bank Jakarta menargetkan IPO pada tahun 2026. Namun, manajemen memundurkan rencana IPO untuk persiapan yang lebih matang. Persiapan IPO ini dilakukan seiring upaya penguatan fundamental perusahaan dan penyesuaian terhadap arah kebijakan regulator.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengungkapkan bahwa saat ini perseroan tengah fokus melakukan perbaikan kinerja fundamental, sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah konsultan sebagai bagian dari tahapan awal IPO.
“Kami sedang persiapan, mudah-mudahan di awal 2027. Fundamental kami perbaiki semua, kemudian kami juga sudah proses menunjuk konsultan-konsultan untuk persiapan IPO itu,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: Saham Blue Chip Bank di BEI Lanjut Turun Awal 2026, Hari Ini (5/1) Pilih Beli / Jual?
Melalui aksi korporasi ini, Bank Jakarta membidik perolehan dana segar hingga Rp3 triliun. Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Sebelumnya, pada April 2025, manajemen Bank Jakarta sempat menargetkan perolehan dana IPO sebesar Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun, dengan rencana pelaksanaan pada tahun 2025. Namun, hingga akhir 2025, rencana tersebut belum terealisasi.
Di sisi lain, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa Bank Jakarta tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang akan melakukan IPO pada awal 2026. Meski demikian, BEI tetap membuka peluang bagi perbankan yang ingin meningkatkan permodalan.
“Kami membuka diri untuk berbagai sektor. Terkait dengan perbankan, tidak ada nama tersebut (Bank Jakarta) dalam pipeline kami,” ungkap Nyoman, Selasa (30/12/2025).
Nyoman menambahkan, BEI mendorong bank-bank untuk memperkuat modal inti, terutama dalam rangka memenuhi ketentuan kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) II. Hal ini sejalan dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menghapus kategori KBMI I.
Tonton: Penghentian Insentif Mobil Listrik Dinilai Berisiko Tekan Transisi Energi
Sejalan dengan kebijakan tersebut, BEI juga aktif melakukan diskusi dan sosialisasi dengan berbagai pelaku perbankan, termasuk bank pembangunan daerah dan bank perkreditan rakyat (BPR), guna meningkatkan kesiapan mereka untuk masuk ke pasar modal.
Dengan target IPO pada awal 2027, Bank Jakarta diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk memperkuat fundamental, meningkatkan transparansi, serta membangun kepercayaan investor sebelum resmi melantai di BEI.
Selanjutnya: Asing Incar Saham-saham Emas, Ini Net Buy Tertinggi Kemarin (5/1)
Menarik Dibaca: Asing Incar Saham-saham Emas, Ini Net Buy Tertinggi Kemarin (5/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













