kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

TAPG Bagikan Dividen Rp 1,8 Triliun dari Tahun Buku 2023, Simak Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 02 Mei 2024 / 18:55 WIB
TAPG Bagikan Dividen Rp 1,8 Triliun dari Tahun Buku 2023, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Triputra Agro Persada (TAPG)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tendi Mahadi

Namun, kata Kiswoyo, sentimen negatif untuk industri CPO di tahun ini adalah jika harga minyak kedelai dan jagung yang lebih rendah dari harga CPO. Jika minyak nabati alternatif lebih murah, kemungkinan permintaan akan CPO menurun. 

“Apalagi, mayoritas negara yang menggunakan CPO masih berasal dari wilayah Asia, khususnya India dan China,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/5).

Kiswoyo pun merekomendasikan beli untuk TAPG dengan target harga Rp 750 - Rp 800 per saham.

Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada melihat, kinerja penjualan emiten CPO lebih bergantung dari harga acuan kontrak dengan pelanggan. Alhasil, TAPG tinggal mempertahankan pangsa pasar dan volume jual CPO mereka jika ingin mempertahankan kinerja yang baik di tahun ini.

“Dengan melihat fluktuasi saat ini, kemungkinan harga CPO bergerak di rentang MYR 750 - MYR 800 per ton,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (2/5).

Reza pun merekomendasikan beli  untuk TAPG dengan target harga Rp 725 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×