kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Tambang baru milik Aneka Tambang (ANTM) akan beroperasi awal 2020


Jumat, 15 November 2019 / 10:19 WIB
Tambang baru milik Aneka Tambang (ANTM) akan beroperasi awal 2020
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk Arie Prabowo Ariotedjo (kanan) memberikan paparan saat RUPS, Jakarta, Kamis (12/4). Aneka Tambang (ANTM) akan mengaktifkan tambang Emas Arinem yang yang terletak di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat.

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan segera mengoperasikan tambang emas terbarunya. Emiten anggota Indeks Kompas100 ini akan segera mengaktifkan tambang Emas Arinem yang yang terletak di kawasan Gunung Salak, Jawa Barat.

Direktur Utama Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, pihaknya mengestimasi awal 2020 tambang tersebut sudah memasuki tahap uji coba dan produksi. “Diharapkan awal tahun depan sudah mulai ada tes mengambil dan sudah mulai produksi,” ujar Arie saat ditemui di acara Annual Report Award (ARA) 2018 di Jakarta, Kamis (14/11).

Arie melanjutkan, uji coba di tambang tersebut berupa uji coba untuk mengambil ore. Meski demikian, Arie tidak membeberkan lebih lanjut terkait usia tambang tersebut.

Baca Juga: Joint Venture PLTU Bukit Asam (PTBA) dan Antam (ANTM) dalam finalisasi perjanjian

Terkait rencana akuisisi, Arie menegaskan dalam waktu dekat ini Aneka Tambang belum akan melakukan akuisisi terhadap tambang baru. Salah satu penyebabnya adalah harga emas yang masih fluktuatif. “Kami sedang wait and see dulu lah, kami lihat dulu,” kata Arie.

Ketika disinggung mengenai kepemilikan saham ANTM di PT Gorontalo Minerals, Arie mengatakan saat ini ANTM belum berminat untuk menambah kepemilikan saham di perusahaan patungan tersebut.

Saat ini, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memiliki 80% saham PT Gorontalo Minerals. Sementara sisanya (20%) dimiliki oleh ANTM.

Baca Juga: Investasi emas Antam atau saham ANTM, pilih mana?

Untuk diketahui, Gorontalo Minerals memiliki konsesi kontrak karya seluas 24.995 hektare dengan cadangan bijih sebanyak 100 juta ton yang terletak di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Terdapat lima situs tambang di bawah PT Gorontalo Minerals, yakni Sungai Mak, Cabang Kiri, Motoboto North, Motoboto East, dan Kayubulan. Adapun perkiraan valuasi kotor (gross value) dari proyek Gorontalo Minerals mencapai US$ 3,85 miliar.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×