kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Tak ada stimulus dari The Fed, Wall Street memerah


Kamis, 01 Maret 2012 / 06:10 WIB
Tak ada stimulus dari The Fed, Wall Street memerah
ILUSTRASI. Ilustrasi. Daun jati belanda


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Sebagian besar saham yang ditransaksikan pada bursa AS dilanda aksi jual. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,5% menjadi 1.365,68. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4% menjadi 12.952,07. Penurunan juga dicatatkan oleh indeks Nasdaq Composite sebesar 0,2% menjadi 2.966,89.

Saham-saham berbasis komoditas mencatatkan penurunan terbesar di antara sepuluh sektor lainnya yang terhimpun dalam indeks S&P 500. Penyebabnya, penurunan harga emas merupakan yang terbesar sejak Desember lalu. Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Newmont Mining Corp yang anjlok 4,2%, First Solar Inc turun 11%, dan Apple Inc naik 1,3%.

Aksi jual bursa AS dipicu oleh pimpinan the Federal Reserve Ben S Bernanke yang tidak memberikan indikasi apa pun untuk menstimulasi perekonomian. "Kepercayaan investor mulai terguncang. Masih ada sejumlah hal yang dicemaskan. Dengan tidak adanya stimulus, hal ini akan mengarah ke sebuah pertanyaan: bagaimana keluar dari masalah ayang ada?" papar Bruce McCain, chief investment strategist KeyCorp di Cleveland.

Catatan saja, indeks S&P 500 sudah naik 8,6% di sepanjang tahun ini seiring data ekonomi yang lebih baik ketimbang prediksi. Sektor teknologi dan finansial mencatatkan kenaikan terbesar di antara sepuluh sektor lain, dengan kenaikan setidaknya 13%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×