Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengaku pada tahun depan akan fokus menggarap pasar dalam negeri. Pasalnya, potensi dalam negeri sangat besar apalagi jelang diberlakukannya MEA yang akan meramaikan persaingan industri semen di pasar domestik.
"MEA nanti itu yang berbahaya bagi Indonesia, karena kita itu tidak berpengalaman operasional di luar negeri," ujarnya, Kamis (17/12).
Oleh karena itu, SMGR akan fokus untuk memenangkan persaingan untuk pasar dalam negeri. Apalagi saat ini kebutuhan Indonesia akan semen sangat tinggi untuk mendukung proyek-proyek yang dijalankan oleh pemerintah.
Tak tanggung-tanggung, SMGR membidik pertumbuhan 6% pada tahun depan. Ditopang dengan akan beroperasinya dua pabrik baru yang masing-masing memiliki kapasitas 3 juta ton per tahun, SMGR yakin mampu menjaga market share di level 41-44%.
"Tahun depan ekspor kita akan kecil, kita fokus ke domestik. Strategi pasarnya kan tahun 2016, pabrik kami yang di Rembang akan selesai dan Indarung juga selesai Oktober. Situasi itu perlu kami siapkan dengan pemasaran yang dapat menyerap tambahan produksi 6 juta ton itu," lanjutnya.
Fokus SMGR saat ini adalah menggarap pasar domestik. SMGR akan mempertahankan penguasaan pasar domestik di range 41-44%. Sedangkan untuk pengembangan regional akan berada di level 15%.
"Market kami 43,8% dari nasional, bisnis strateginya kita akan jaga 41-44% di level pengembangan domestik. Pengembangan regional akan 15% pada rasional size yang akan kami lakukan," pungkasnya.
Kendati demikian dirinya mengaku masih mengincar pasar-pasar di kawasan. Saat ini, dirinya mengaku masih memantau negara-negara yang merupakan importir semen di kawasan regional untuk melakukan ekspansi pasar ke luar negeri.
"Ekspansi pasar keluar negeri, itu beberapa negara di ASEAN kan ada yang menjadi importir. Jadi produksi dalam negerinya masih kurang, itu yang akan menjadi perhatian kami," kata Suparni.
Dengan membaiknya konsumsi domestik pada semester II tahun ini, dirinya optimis pada akhir tahun akan tumbuh 2-3% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Situasi Desember membaik. Kami perkirakan setahun ini konsumsi domestik semen itu tumbuh 2-3%. Karena konsumsi berpengaruh dengan produksi. Saat ini total kapasitas kami 31,5 juta ton, di mana domestik sudah 28,7 juta ton dan pabrik di Vietnam sudah 2,7 ton," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News