kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tahun depan, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) bidik lini bisnis logistik dan makanan


Minggu, 22 Desember 2019 / 13:41 WIB
Tahun depan, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) bidik lini bisnis logistik dan makanan
ILUSTRASI. Properti PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) di Cikarang, Jawa Barat.

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) berencana akan membidik sektor industri logistik, makanan dan minuman (Fnb), elektronik, kimia, injeksi moulding hingga manufaktur teknologi pada tahun 2020 mendatang.

Sekretaris Perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk Muljadi Suganda mengatakan pihaknya juga akan meluncurkan beberapa produk dan disain baru.

"Kami juga akan meluncurkan beberapa produk baru dan disain sesuai keutuhan dan permintaan. Ini yang nantinya kita sebut sebagai smart manufacturing hub, yakni penyimpanan dan dibukanya fase area baru," jelas Muljadi saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (20/12).

Namun begitu, Jababeka masih belum bersedia membuka detail rencana bisnis tersebut. Menilik laporan keuangan kuartal III-2019, KIJA meraup laba bersih yang dapat diatribusikan pada entitas induk sebesar Rp 66,06 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu KIJA mencatat kerugian Rp 389,51 miliar. 

Baca Juga: Wow, fasilitas kawasan Jababeka kian lengkap di usia ke-30 tahun

Adapun pendapatan terkoreksi 11% dari Rp 1,58 triliun pada kuartal III-2018, menjadi Rp 1,41 triliun di kuartal III-2019.

Pendapatan terbesar KIJA sepanjang kuartal III 2019 diperoleh dari pembangkit tenaga listrik yang mencapai Rp 564,49 miliar, meskipun turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 774,45 miliar.

Pendapatan terbesar berikutnya dari jasa dan pemeliharaan yang naik menjadi Rp 189,25 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 179,31 miliar. Adapun pendapatan dari penjualan tanah matang mencapai Rp 169,29 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 148,47 miliar.

Muljadi menambahkan, sampai akhir tahun 2019, pihaknya berharap penjualan real estate dan properti akan menguat pada kuartal IV-2019 yang akan mendorong pertumbuhan EBITDA positif bagi perseroan.

Baca Juga: Pemerintah Keukeuh Berikan Izin KEK Industri di Jawa, Jababeka Diuntungkan

"Sementara untuk tahun depan, prospek bisnis bisa lebih baik karena kondisi politik yang lebih stabil, beberapa proyek infrastruktur yang akan rampung dan telah selesai dan beroperasinya elevated tol road, yang bisa mengurangi tingkat kemacetan jalur Jakarta Cikampek. Dengan demikian, investor atau prospek bisnis akan lebih mudah ke Jababeka," pungkasnya.

 




TERBARU

Close [X]
×