kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tahun 2023, Sumber Tani Agung Resources (STAA) Optimistis Sejalan Harga CPO


Senin, 09 Januari 2023 / 22:38 WIB
Tahun 2023, Sumber Tani Agung Resources (STAA) Optimistis Sejalan Harga CPO


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) menargetkan produksi tahun 2023 tumbuh 10% dari produksi aktual tahun 2022 sebesar 401.747 ton. Perseroan optimistis mencapai itu dengan tetap tidak mengurangi dosis pupuk.

Sementara kenaikan harga crude palm oil/CPO diperkirakan akan semakin memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan tahun ini.

Per September 2022, STA Resources mencatatkan laba bersih Rp 876,69 miliar, naik 28% secara year on year (YoY). Sedangkan pendapatan usaha perseroan tumbuh 5,26% YoY menjadi Rp 4,4 triliun.

“Untuk penjualan CPO sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendukung peningkatan konsumsi biodiesel dan akan mulai diterapkan per 1 Februari 2023 untuk B35, dengan alokasi 13,15 juta kiloliter maka akan memberikan dampak positif ke STAA,” kata Sekretaris Perusahaa STAA Juliani Chandra dalam keterangan resminya, Senin (9/1).

Baca Juga: Sumber Tani Agung (STAA) Catat Kinerja POsitif hingga Kuartal III, Ini Pendorongnya

Juliani mengatakan kinerja positif selama 9 bulan ini didukung peningkatan porsi TBS (tandan buah segar) internal yang diproses perseroan dibanding dengan sebelumnya. Selain itu, karena adanya praktik manajemen kebun yang lebih baik, meski ada penurunan harga CPO dari level tertinggi di kuartal I.

Per akhir Desember 2022, Bloomberg mencatat harga CPO di level 4.171 ringgit per ton, di bawah median harga CPO di 2021 yakni 5.115 ringgit per ton. Kendati di bawah rekor harga 2022 yang sempat tembus 8.163 ringgit per ton pada 1 Maret 2022.

Head of Investor Relations STA Resources Edward Wijaya mengatakan, pihaknya memprediksi tren harga CPO di kuartal I ini cukup baik, apalagi awal tahun biasanya masuk musim trek (siklus produksi buah berkurang) yang dipicu musim hujan di penghujung tahun lalu dan dua perayaan besar di kuartal I yaitu Tahun Baru Lunar dan Bulan Ramadan.

“Namun, ada juga beberapa faktor yang dapat menekan harga seperti dampak resesi global yang akan mempengaruhi permintaan dunia yang berimbas juga ke demand palm oil,” kata Edward.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham STA Resources menjadi top gainers selama 2022 di antara saham emiten sawit lainnya dengan melesat 75,53% YoY ke level Rp 1.045 per saham.




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×