kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.809   14,00   0,08%
  • IDX 7.956   -373,46   -4,48%
  • KOMPAS100 1.111   -54,65   -4,69%
  • LQ45 807   -26,67   -3,20%
  • ISSI 280   -17,65   -5,93%
  • IDX30 423   -6,65   -1,55%
  • IDXHIDIV20 507   -2,52   -0,49%
  • IDX80 124   -5,53   -4,28%
  • IDXV30 136   -3,27   -2,35%
  • IDXQ30 138   -0,90   -0,65%

Tahun 2018, industri semen masih kelebihan pasokan


Rabu, 29 November 2017 / 19:35 WIB
Tahun 2018, industri semen masih kelebihan pasokan


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi kelebihan pasokan atau oversupply pada industri semen masih menghantui tahun depan. Meski demikian, volume penjualan semen masih diprediksi tumbuh.

Christian Kartawijaya, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyatakan kondisi tersebut tidak bisa terhindarkan. Pasalnya, ada beberapa pabrik maupun terminal semen yang baru beroperasi.

"Tahun depan, oversupply akan makin membesar. Tahun ini saja 37 juta ton tahun ini. Tahun depan oversupply diperkirakan 40 juta ton," kata Christian disela-sela acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Rabu (29/11).

Dia melanjutkan, untuk INTP saja tahun depan akan ada potensi pertumbuhan volume produksi. Hal ini dikarenakan efektivitas pabrik yang meningkat. Oleh karena itu, pertumbuhan ini akan menyumbang jumlah produksi juga secara nasional.

"Jadi itu yang membuat pertumbuhan kapasitas naik 9%. Sementara pertumbuhan permintaan naik 5%. Makanya oversupply membesar," imbuhnya.

INTP sendiri, lanjut Christian, memiliki kapasitas produksi sekitar 24,5 juta ton per tahun karena ada pertambahan jumlah volume produksi. "Sekarang kurang lebih kapasitas terpakainya 70%. Jadi memang utilisasinya masih rendah," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×