kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Surat Utang Rp 500 Miliar Jatuh Tempo Mei 2026, Begini Kondisi Keuangan PTPN I


Selasa, 28 April 2026 / 14:50 WIB
Surat Utang Rp 500 Miliar Jatuh Tempo Mei 2026, Begini Kondisi Keuangan PTPN I
ILUSTRASI. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo di Sumatera Utara (DOK/(PTPN) IV PalmCo)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan surat utang milik PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) akan jatuh tempo pada Mei 2026.

Surat utang yang dimaksud adalah medium term notes (MTN) tahun 2018 (peringkat idBBB) senilai Rp 500 miliar yang akan jatuh tempo pada 25 Mei 2026. 

“Perusahaan berencana melunasi surat utang yang akan jatuh tempo tersebut menggunakan dana intenal, dengan posisi kas dan setara kas per akhir Maret 2026 tercatat senilai Rp 2,6 triliun,” ucap Pefindo dalam laporannya, Senin (27/4/2026). 

Baca Juga: Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Tembus Level US$ 109,97 per Barel

Seperti diketahui, PTPN I merupakan salah satu subsidiary holding Perkebunan BUMN. Sebelumnya, PTPN I melalui Unit Kerja Regional 2 menargetkan pembangunan kebun seluas 27.000 hektare di Jawa Barat.

Tiga komoditas yang akan dimasifkan adalah kelapa, karet, dan kopi. Langkah ini tertuang dalam roadmap strategi Perusahaan sampai 2029 sebagai dukungan konkret untuk Program Astacita Presiden Prabowo.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, seluruh strategi pengembangan bisnis perusahaan mengacu kepada Asta Cita. Lebih fokus lagi, PTPN I sebagai BUMN Perkebunan berbasis padat karya menerjemahkan setiap kebijakan bisnisnya kepada tiga aspek instruksi jangka pendek presiden, yakni pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan membangun simpul-simpul ekonomi baru.

“Asta Cita adalah grand design yang menjadi acuan utama. Delapan strategi itu kan di-breakdown ke dalam strategi penyerapan tenaga kerja, mengentaskan kemiskinan akut, dan menciptakan peluang usaha melalui simpul-simpul ekonomi baru. Nah, untuk wilayah Jawa Barat yang masuk kluster Regional 2, sampai tahun 2029 secara keseluruhan kami proyeksi membangun 45.000 hektare kebun untuk kelapa, karet, dan kopi,” jelas Teddy di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×