kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Suku bunga BI tetap, IHSG berakhir naik 0,16%


Kamis, 17 Januari 2019 / 16:44 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya perdagangan, Kamis (17/1). Mengutip RTI, indeks ditutup naik 0,16% atau 10.420 poin ke level 6.423,78.

Tercatat 182 saham bergerak naik, 229 saham bergerak turun, dan 134 saham stagnan. Volume perdagangan 14,43 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,3 triliun.

Tujuh indeks sektoral saham menopang IHSG. Sektor industri dasar paling tinggi penguatannya 0,76%. Sementara, sektor konstruksi paling dalam penurunannya 1,53%.

Saham-saham top gainers LQ45 antara lain:

- PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 8,01% ke Rp 2.090

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 4,19% ke Rp 12.425

- PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 3,93% ke Rp 18.500

Saham-saham top losers LQ45 antara lain:

- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 5,41% ke Rp 1.400

- PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) turun 5,25% ke Rp 1.715

- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 4,07% ke Rp 5.900

Laju IHSG masih didorong derasnya capital inflow. Investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp 1,692 triliun dan Rp 1,612 triliun keseluruhan perdagangan.

Menghijaunya IHSG turut didukung sentimen internal. Asal tahu, Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7 day reverse repo rate sebesar 6% dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI yang digelar Rabu-Kamis 16 Januari-17 Januari 2019.

Keputusan ini konsisten dengan upaya BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×