kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.028   -111,00   -0,65%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Sudah terdiskon banyak, saatnya koleksi saham-saham emiten tambang batubara


Rabu, 01 April 2020 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batubara nasional tahun 2020 dapat menembus angka 550 juta ton. ANTARA FOTO/N


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Selain itu, PTBA dan ITMG menawarkan hasil dividen yang agak tinggi yaitu masing-masing 17,89% dan 26,62% (per 19 Maret 2020) yang akan menjadi daya tarik menarik bagi investor.

Oleh karena itu, Catherina merekomendasikan beli (buy) saham PTBA dengan target harga Rp 2.310 dan ITMG dengan target harga Rp 10.630 per saham.

Baca Juga: Kinerja Indika Energy (INDY) tahun 2019 turun, begini saran analis

Di sisi lain, Analis NH Korindo Sekuritas Meilki Darmawan juga menilai saham PTBA dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) masih cukup menarik saat ini.

Walaupun harga jual batu bara akan lebih rendah di 2020 namun kedua emiten ini akan menggenjot volume penjualan dan melakukan efisiensi operasional guna meningkatkan kinerja.

Meilki mengestimasi, PTBA akan mampu mencetak pendapatan sebesar Rp21,4 triliun dengan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun tahun ini, sementara ADRO berpotensi membukukan pendapatan sebesar US$ 3,5 miliar dengan laba bersih US$ 410 juta.

Namun, saham United Tractors Tbk (UNTR) sebagai emiten kontraktor pertambangan batubara juga masih cukup atraktif dan menarik untuk dilakukan averaging buy oleh investor.

Baca Juga: RUPS ditunda, Bukit Asam (PTBA) usul bagikan dividen 75% dari laba bersih

“Kondisi PER nya sudah murah dan segmen bisnis UNTR yang terdiversifikasi dengan baik patut menjadi pilihan jangka panjang bagi investor,” ujar Meilki.

Estimasi dia, UNTR berpotensi mencetak pendapatan sebesar Rp82,2 triliun dengan laba bersih sebesar Rp10,1 triliun tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×