kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sucorinvest: Rekomendasi tahan saham BBCA


Rabu, 06 April 2011 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Kinerja Pendapatan XL Axiata: Suasana layanan konsumen di XL Center, Jakarta Selatan, Senin (11/5). XL Axiata mencatat pendapatan data menyumbang 91% dari total pendapatan sebesar Rp6,5 triliun pada triwulan pertama tahun 2020. KONTAN/Baihaki/11/5/2020


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. PT Sucorinvest Central Gani memproyeksikan pertumbuhan kredit dan laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masing-masing sebesar 20% dan 8% tahun ini. Berdasarkan valuasi dengan menggunakan Dividend Discount Model (DDM), target harga 12 bulan BBCA ada di level Rp 7.600 yang mencerminkan PBV 2011-2012 sebesar 4,7x-4.1x.

"Kami memberikan rekomendasi hold atau tahan," ujar Robby Hafil, Analis Perbankan Sucorinvest Central Gani, Rabu (6/4).

Robby mengatakan, tahun lalu laba bersih BBCA yang tumbuh 24,6% menjadi Rp 8,48 triliun berada 3% di bawah estimasi Sucorinvest dan 2% di atas estimasi konsensus. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh turunnya beban provisi dan tarif pajak efektif. Dari sisi pendapatan, efek atas adopsi standar akuntansi terlihat jelas pada turunnya pendapatan bunga dan kenaikan pada pendapatan non-bunga.

"Hal ini disebabkan oleh diakuinya pendapatan dari SBI sebagai pendapatan trading dan bukan pendapatan bunga," ujar Robby. Pendapatan bunga bersih turun 13,2% yang disebabkan turunnya NIM BBCA dari 6,4% menjadi 5,3%. Hingga akhir tahun, Robby menghitung net income BBCA mencapai Rp 13,52 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×