kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Strategi ekspor Sido Muncul (SIDO) jadi sentimen positif


Rabu, 19 Februari 2020 / 19:40 WIB
Strategi ekspor Sido Muncul (SIDO) jadi sentimen positif
ILUSTRASI. Petugas menata produk dalam negeri berupa jamu dalam kemasan prduksi Sido Muncul saat Indonesia Brand Forum (IBF) di Jakarta, Rabu (20/5). Sido Muncul (SIDO) akan meningkatkan penjualan ekspor sekitar 6% hingga 7% pada tahun ini.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja yang apik sepanjang tahun 2019. Tercatat, penjualan emiten jamu ini mencapai Rp 3,06 triliun, naik 11,23% secara tahunan. Sementara laba bersih SIDO ikut terkerek 21,67% menjadi Rp 807,69 miliar.

Melihat kinerja yang moncer, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai prospek Sido Muncul masih bagus dan memungkinkan untuk terus bertumbuh. Apalagi, strategi SIDO untuk meningkatkan penjualan ekspor sekitar 6% hingga 7% bisa mengerek pendapatan tahun ini.

Baca Juga: Saham Sido Muncul (SIDO) mengantongi rekomendasi beli, ini sebabnya

Asal tahu saja, tahun ini SIDO masih akan melanjutkan strategi penjualan yang dijalankan tahun 2019. Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Leonard bilang, Sido Muncul masih akan fokus pada pasar ekspor di Filipina, Malaysia, dan Nigeria. Sementara untuk pasar domestik, pihaknya berencana menggenjot wilayah timur Indonesia.

Selain target ekspor, virus corona turut menjadi sentimen positif bagi saham SIDO. Sebab, kata Sukarno, strategi pemasaran SIDO adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk sebagai suplemen atau produk pencegahan daripada perbaikan. Tidak dipungkiri, virus corona memang memperberat SIDO dalam ketersediaan bahan baku, akan tetapi hal ini tidak berdampak signifikan.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) masih akan fokus di tiga pasar ekspor dan domestik tahun ini

"Untuk rekomendasi hold atau buy dengan target harga Rp 1.400," kata Sukarno. Pada penutupan perdagangan Rabu (19/2), harga saham SIDO menguat 1,59% ke Rp 1.280 per saham. Harga saham SIDO naik 0,39% sejak awal tahun.




TERBARU

Close [X]
×