kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Strategi ANTM tambal kinerja akibat larangan ekspor bijih nikel


Kamis, 22 Agustus 2019 / 07:10 WIB

Strategi ANTM tambal kinerja akibat larangan ekspor bijih nikel

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah menyiapkan strategi jika ekspor bijih nikel (ore) benar-benar tidak diperbolehkan oleh pemerintah pada Oktober 2019. Emiten yang kerap disebut Antam ini akan menggenjot produksi emas. 

Direktur Utama Aneka Tambang Arie Prabowo Ariotedjo menjelaskan, masih ada ruang untuk menaikkan produksi hingga 36 ton sampai akhir tahun ini. Awalnya Antam hanya memasang target memproduksi emas 32 ton. Hingga semester I tahun ini, Antam telah memproduksi emas sebanyak 15,74 ton, naik 14,39% secara year on year sebanyak 13,76 ton. 

ANTM mengakui memanfaatkan tren harga emas terus naik sepanjang tahun ini. Arie menyebut, harga emas dunia bertahan di US$ 1.300-US$ 1.400 per troi ons. Rabu (21/8), harga emas di Comex untuk pengiriman Desember 2019 pada US$ 1.512 per ons troi. 

Baca Juga: Harga nikel terkerek berkat sentimen permintaan mobil listrik

Selama ini, pasokan emas Antam hanya dari tambang Pongkor, Jawa Barat dan Cibaliung, Banten yang cadangannya mulai menipis. "Tambang di Pongkor izin kami tinggal dua tahun lagi. Tapi kami telah eksplorasi dan menemukan cadangan baru bisa sampai 20 tahun. Rencananya kami menambah izin hingga 10 tahun," tutur Arie. 

Karena itu, perusahaan ini akan menggenjot tambang lain. ANTM juga memiliki tambang emas lain di Gosowong hasil kerjasama dengan PT Nusa Halmahera Minerals. Di Gosowong, ANTM memiliki 25% saham. 

Selain itu, ANTM juga tengah eksplorasi di Oksibil Pegunungan Bintang Papua. Aneka Tambang juga eksplorasi tambang emas di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat kerjasama dengan Vale Brasil. Usahanya ini diharapkan bisa menutupi potensi kehilangan pemasukan Rp 2 triliun jika ada larangan ore nikel. 

Baca Juga: Turun tipis, harga emas masih berpeluang menguat


Reporter: Avanty Nurdiana
Editor: Yoyok

Video Pilihan


Close [X]
×