kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Stabilnya harga US Treasury akan menular kepada SUN


Jumat, 26 Oktober 2018 / 10:16 WIB
ILUSTRASI. Pasar Modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Jumat (26/10) berpotensi bergerak stabil.

Ahmad Mikail Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan dengan yield US Treasury tenor 10 tahun pada perdagangan Kamis (24/10) yang bergerak stabil di level 3,10% maka yield SUN juga akan bergerak stabil di akhir pekan ini.

"Stabilnya yield US Treasury ditopang oleh penguatan dollar indeks di tengah kekhawatiran koreksi yang masih akan berlanjut di sejumlah pasar saham negara-negara maju dan berkembang," kata Ahmad dalam risetnya hari ini.

Selain itu, Ahmad memproyeksikan dengan pelemahan rupiah yang terbatas juga dapat menjaga stabilnya yield SUN hari ini. Ahmad memproyeksikan, kemungkinan yield SUN tenor 10 tahun hari ini akan bergerak di rentang 8,50%- 8,55%.

Ahmad merekomendasikan seri yang menarik untuk dibeli adalah FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075.

Namun, pada perdagangan, Kamis (25/10) imbal hasil SUN mengalami kenaikan karena didorong berlanjutnya kenaikan persepsi risiko yang tecermin pada angka Credit Default Swap (CDS) seiring dengan gejolak yang terjadi di pasar saham global.

I Made Adi Saputra Analis Fixed Income MNC Sekuritas mengatakan angka CDS 5 Tahun pada perdagangan kemarin ditutup naik di level 156,91 menjadi faktor pendorong kenaikan imbal hasil SUN di pasar sekunder.

Selain itu nilai tukar rupiah yang dibuka dengan pelemahan di Rp 15.210 per dollar AS turut menjadi katalis negatif di pasar SUN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×