kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

SMRA siap raup Rp 1 triliun di paruh kedua 2010


Senin, 16 Agustus 2010 / 07:15 WIB
SMRA siap raup Rp 1 triliun di paruh kedua 2010

Berita Terkait

Reporter: Ade Jun Firdaus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah mengalami pertumbuhan pada semester I 2010, kinerja PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tampaknya akan tetap kinclong pada semester II. Sepanjang enam bulan kedua tahun ini, kocek perusahaan pengembang ini bakal bertambah hingga Rp 1 triliun, berasal dari penjualan empat kawasan perumahan.

Direktur Keuangan SMRA Michael Yong menyebutkan, penjualan Royal Orchard Kelapa Gading menjadi penopang pertama pendapatan SMRA di semester II. Dari kawasan hunian berjumlah 90 unit dengan rata-rata harga Rp 4 miliar per rumah ini, SMRA berharap bisa menyerap dana Rp 400 miliar. "Kami sudah mulai tawarkan pada akhir Juli kemarin, dan sudah laku terjual 90%," ujarnya ketika dihubungi KONTAN, beberapa hari lalu.

Pada bulan yang sama, SMRA juga telah mulai memasarkan dua kluster rumah di kawasan Canary Serpong yang terdiri dari 300 unit. Dengan rata-rata harga jual Rp 700 juta per unit, SMRA menaksir total angka penjualan mencapai Rp 200 miliar.

Selain Canary, SMRA juga telah mulai menjual kawasan Grisea berjumlah 160 unit, yang juga terletak di Serpong. Dari k Grisea ini, SMRA berharap Grisea dapat menyetor fulus mencapai Rp 240 miliar. Artinya, nilai jual rata-rata perumahan ini seharga Rp 1,3 miliar per unit.

Penjualan rumah di kawasan Summarecon Bekasi, yang menjadi kontributor terbesar pada perolehan pendapatan SMRA pada semester I lalu, kembali diharapkan bisa menambah pundi hingga akhir tahun. SMRA akan memasarkan 200 unit dengan harga rata-rata Rp 700 juta - Rp 1 miliar.

"Kami akan pasarkan lagi yang di Bekasi, mulai Oktober hingga November nanti," terang Michael. Untuk kluster baru ini, SMRA menambah areal baru untuk lahan huni di kawasan ini seluas 5 hektare. SMRA berharap, penambahan penjualan Summarecon Bekasi bisa meraup penjualan mencapai Rp 200 miliar.




TERBARU

Close [X]
×