kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Gandeng Inflytek Dorong Pengembangan AI


Jumat, 06 Maret 2026 / 17:52 WIB
Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Gandeng Inflytek Dorong Pengembangan AI


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah tantangan kekurangan guru dan tenaga medis di Indonesia, langkah inovatif baru muncul dari kolaborasi antara PT DSST Mas Gemilang (DSST), anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan raksasa teknologi global iFLYTEK Co., Ltd.. Anak usaha grup Sinar Mas dan pihak yang bersangkutan sepakat mendirikan usaha patungan bernama PT Brilian Teknologi Sejahtera (BTS), yang menargetkan transformasi digital di berbagai sektor penting.

Melalui kemitraan ini, teknologi iFLYTEK AI Smart Class Solutions sudah mulai diuji di Tzu Chi School, menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan personal. CEO DSST, Marlo Budiman dalam rilis menjelaskan kolaborasi ini bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh nusantara. 

“Ini adalah langkah strategis untuk membawa AI kelas dunia ke dalam ekosistem pendidikan Indonesia,” ujar Marlo. 

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun ke 8.160, Top Losers LQ45: BREN, DSSA & BRPT, Jumat (27/2)

Indonesia menghadapi defisit sekitar 1,3 juta guru, dan BTS hadir sebagai solusi nyata. Dengan sistem yang mengotomatisasi proses pengajaran hingga evaluasi, siswa kini bisa belajar dengan bantuan AI Board Writing, AI Tutor, dan AI Recording System. Para guru di Tzu Chi School mengakui bahwa teknologi ini mempermudah kegiatan belajar-mengajar dan membantu menciptakan lingkungan kelas yang lebih adaptif dan cerdas.

Tak hanya itu, inisiatif ini juga fokus pada pengembangan bakat AI lokal, memastikan bahwa platform dikelola dan dioptimalkan oleh profesional Indonesia. Langkah ini diharapkan membangun fondasi kuat bagi pendidikan digital nasional yang berkelanjutan.

BTS juga menargetkan sektor kesehatan, menjawab kekurangan tenaga medis dan masalah fragmentasi data. Dengan dukungan Spark Medical Large Model, yang terbukti melebihi 96,3% performa manusia dalam ujian lisensi medis, BTS fokus pada peningkatan layanan kesehatan primer dan skrining tuberkulosis.

Liu Yang, VP iFLYTEK Smart Healthcare, mengaku ingin memastikan keahlian medis kelas dunia menjadi hak dasar setiap warga, bukan hak istimewa berdasarkan lokasi. Integrasi AI dalam layanan kesehatan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan geografis dan meningkatkan kapasitas layanan secara merata.

Kolaborasi DSST dan iFLYTEK tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi global, tetapi juga menyesuaikannya dengan nuansa lokal Indonesia. BTS berkomitmen menghadirkan solusi yang mempertimbangkan bahasa, budaya, dan kebutuhan spesifik masyarakat setempat.

Dengan kombinasi ekosistem Sinar Mas yang luas dan teknologi AI full-stack iFLYTEK, usaha patungan ini berpotensi menetapkan standar baru bagi kecerdasan buatan di ASEAN, sekaligus menjadi titik awal era pertumbuhan cerdas dan inklusif bagi bangsa.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,25% ke 8.289 di Sesi I Kamis (19/2), Top Losers: BMRI, DSSA, SMGR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×