kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Singgung Kapitalisasi Pasar Saham, Rosan: Harus Murni dari Pembentukan Harga Pasar


Minggu, 01 Februari 2026 / 20:45 WIB
Diperbarui Minggu, 01 Februari 2026 / 20:47 WIB
Singgung Kapitalisasi Pasar Saham, Rosan: Harus Murni dari Pembentukan Harga Pasar
ILUSTRASI. CEO Danantara Rosan Roeslani berharap nilai kapitalisasi pasar dan valuasi saham di Indonesia dapat terus meningkat. (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani berharap nilai kapitalisasi pasar dan valuasi saham di Indonesia dapat terus meningkat, namun tetap terbentuk secara alami melalui mekanisme pasar.

"Tentunya kita selalu mengharapkan nilai dari market kapitalisasi kita,  terus berkembang. Valuasi dari pasar, dari harga saham kita juga terus meningkat, tetapi murni benar-benar dari pembentukan harga pasar. Selama itu murni dari pembentukan harga pasar, maka berapapun nilainya itu tidak akan jadi masalah," kata Rosan di gedung Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan, apabila harga saham terbentuk secara murni, maka isu likuiditas juga tidak akan menjadi masalah di kemudian hari. Investor, baik domestik maupun asing, akan merasa yakin untuk masuk maupun keluar pasar saham karena harga saham mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Baca Juga: Melihat Upaya Pemenuhan Permintaan MSCI Soal Metodologi Free Float Emiten

Sebagai perbandingan, Rosan mencontohkan valuasi perusahaan global seperti Tesla yang memiliki rasio valuasi jauh lebih tinggi dibanding produsen kendaraan bermotor lainnya. Meski begitu, tingginya valuasi tersebut tetap diterima pasar karena terbentuk melalui mekanisme pasar yang wajar

"Valuasinya (Tesla) sangat-sangat tinggi, itu tidak ada apa-apa. Sama di kita juga, selama memang pembentukan harga pasar adalah pembentukan harga pasar yang baik dan benar," tambah Rosan.

Dus, Rosan menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), hingga seluruh pelaku industri pasar modal untuk terus meningkatkan kualitas pasar.

"Kita punya kepentingan yang sama bagaimana bursa kita ini tumbuh, tidak hanya dari segi market cap tapi juga dari kualitas," tegasnya. 

Baca Juga: Danantara Kaji Porsi Kepemilikan Saham di BEI Pasca Demutualisasi

Rosan menambahkan dinamika yang terjadi di pasar modal dalam beberapa hari terakhir justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa sehingga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia dapat semakin meningkat ke depan.

Selanjutnya: Melihat Upaya Pemenuhan Permintaan MSCI Soal Metodologi Free Float Emiten

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, Indonesia Borong 4 Gelar Juara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×