kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Danantara Kaji Porsi Kepemilikan Saham di BEI Pasca Demutualisasi


Minggu, 01 Februari 2026 / 19:45 WIB
Danantara Kaji Porsi Kepemilikan Saham di BEI Pasca Demutualisasi
ILUSTRASI. Danantara membuka peluang untuk masuk menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi. (Arif Ferdianto/Arif Ferdianto)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang untuk masuk menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi. 

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan pihaknya masih akan mengkaji porsi kepemilikan yang ideal sebelum mengambil keputusan investasi. Menurutnya, Danantara akan terlebih dahulu mempelajari berbagai kriteria investasi sebelum menentukan besaran kepemilikan yang akan diambil. 

"Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini Sovereign Wealth Fund-nya itu kan memang ikut ya. Rangenya bisa 15%, ada yang 25%, ada yang 30%," kata Rosan di gedung BEI, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Belajar Dari Singapura Hingga Hong Kong, Danantara Dorong Demutualisasi BEI

Rosan menegaskan bahwa peluang investasi tersebut tidak hanya terbuka bagi Danantara, tetapi juga memungkinkan partisipasi Sovereign Wealth Fund dari negara lain sebagai pemegang saham bursa.

"Kami akan lihat justru yang masuk ini bukan hanya Danantara tapi bisa Sovereign Wealth Fund lainnya juga. (Asing jadi pemegang saham) Iya bisa," tambah Rosan. 

Ia menambahkan, skema demutualisasi bertujuan memisahkan status anggota bursa dengan kepemilikan saham bursa. Saat ini, kepemilikan BEI sebagian besar masih berada di perusahaan sekuritas yang sekaligus berstatus sebagai anggota bursa. 

Baca Juga: BEI Akan Membuka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% Pada Awal Februari 2026

Dengan pemisahan tersebut, struktur kepemilikan diharapkan menjadi lebih terbuka sehingga tata kelola dan transparansi bursa dapat semakin meningkat.

"Jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang gabung dimiliki oleh sebagian sekuritas. Oleh sebab itu, ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan lagi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×