Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membuka peluang untuk masuk menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah proses demutualisasi.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan pihaknya masih akan mengkaji porsi kepemilikan yang ideal sebelum mengambil keputusan investasi. Menurutnya, Danantara akan terlebih dahulu mempelajari berbagai kriteria investasi sebelum menentukan besaran kepemilikan yang akan diambil.
"Kami lihat juga kan hampir di semua bursa lainnya di dunia ini Sovereign Wealth Fund-nya itu kan memang ikut ya. Rangenya bisa 15%, ada yang 25%, ada yang 30%," kata Rosan di gedung BEI, Minggu (1/2/2026).
Baca Juga: Belajar Dari Singapura Hingga Hong Kong, Danantara Dorong Demutualisasi BEI
Rosan menegaskan bahwa peluang investasi tersebut tidak hanya terbuka bagi Danantara, tetapi juga memungkinkan partisipasi Sovereign Wealth Fund dari negara lain sebagai pemegang saham bursa.
"Kami akan lihat justru yang masuk ini bukan hanya Danantara tapi bisa Sovereign Wealth Fund lainnya juga. (Asing jadi pemegang saham) Iya bisa," tambah Rosan.
Ia menambahkan, skema demutualisasi bertujuan memisahkan status anggota bursa dengan kepemilikan saham bursa. Saat ini, kepemilikan BEI sebagian besar masih berada di perusahaan sekuritas yang sekaligus berstatus sebagai anggota bursa.
Baca Juga: BEI Akan Membuka Data Kepemilikan Saham di Bawah 5% Pada Awal Februari 2026
Dengan pemisahan tersebut, struktur kepemilikan diharapkan menjadi lebih terbuka sehingga tata kelola dan transparansi bursa dapat semakin meningkat.
"Jadi ini dipisahkan antara anggota dan kepemilikan, karena sekarang gabung dimiliki oleh sebagian sekuritas. Oleh sebab itu, ini dibuka supaya lebih baik dan lebih transparan lagi," jelasnya.
Selanjutnya: Purbaya Bakal Rotasi 70 Pejabat Pajak, Ini Saran Pengamat!
Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, Indonesia Borong 4 Gelar Juara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













