Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) mengumumkan terkait penyiapan dana untuk membayar pokok obligasi.
SMAR akan menyediakan dana pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan II SMART Tahap III Tahun 2021 Seri C yang akan jatuh tempo pada tanggal 19 Februari 2026 sebesar Rp 220 miliar.
Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Franciscus Costan mengatakan, sumber dana untuk pelunasan pokok Obligasi Jatuh Tempo akan berasal dari hasil penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap II Tahun 2026 yang sedang berlangsung.
“Dana pelunasan pokok termasuk pembayaran bunga atas Obligasi Jatuh Tempo tersebut akan disetorkan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia secara tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Obligasi Semen Indonesia (SMGR) Senilai Rp 714 Miliar Akan Jatuh Tempo pada Mei 2026
Sebagai informasi, Obligasi SMART II Tahap III Tahun 2021 diterbitkan pada tanggal 19 februari 2021 dengan jumlah pokok sebesar Rp825 miliar. Obligasi ini memiliki tiga seri.
Yaitu, pertama, Seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp225 miliar dengan bunga tetap 7,25% per tahun dan jangka waktu 370 hari.
Kedua, Seri B senilai Rp380 miliar memiliki tenor tiga tahun dengan bunga tetap 9% per tahun. Terakhir, seri C Rp220 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan bunga tetap 9,50% per tahun.
Dalam perkembangan terbaru, SMAR mengumumkan prospektus pada 3 Februari 2026 terkait rencana penerbitan surat utang dengan total penawaran Rp 1,2 triliun.
Pertama, Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2026 senilai Rp672 miliar. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi dan terdiri dari dua seri.
Jumlah pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp385 miliar dengan tingkat bunga obligasi sebesar 6,20% per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri A adalah 5 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.
Sementara, Jumlah pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp287 miliar dengan tingkat bunga Obligasi sebesar 6,50% per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri B adalah 7 tahun.
Baca Juga: Obligasi Semen Indonesia (SMGR) Senilai Rp 714 Miliar Akan Jatuh Tempo pada Mei 2026
Kedua, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp528 miliar. Sukuk Ijarah ini juga terdiri dari dua seri.
Seri A, jumlah sisa imbalan ijarah yang ditawarkan adalah sebesar Rp460 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp28,52 miliar per tahun atau ekuivalen sebesar 6,20% per tahun. Jangka waktu Sukuk Ijarah Seri A adalah 5 tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.
Seri B, jumlah sisa imbalan ijarah yang ditawarkan adalah sebesar Rp68 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp4,42 miliar per tahun atau ekuivalen sebesar 6,50% per tahun. Jangka waktu Sukuk Ijarah Seri B adalah 7 tahun.
Untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026, mayoritas dana yang terkumpul alias sebesar Rp 520 miliar akan digunakan untuk pembayaran pokok utang obligasi yang akan jatuh tempo sebesar nominal tersebut. Sisanya, akan digunakan untuk membiayai modal kerja kegiatan usaha.
Selanjutnya: S&P: Pulihkan Kepercayaan Investor Jadi Kunci Jaga Rating Utang Indonesia
Menarik Dibaca: Kerja Fleksibel Bukan Sekadar Tren, Ini Dampaknya bagi Pekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)