Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) memberikan penjelasan terkait aksi rights issue jumbo.
Asal tahu saja, BUVA berencana melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 50 miliar saham. Jumlah itu sebesar maksimum 203,11% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.
Melansir prospektus tanggal 20 Januari 2026, saham yang akan diterbitkan untuk rights issue dari saham portepel perseroan itu punya nilai nominal Rp 50 per saham.
BUVA pun bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta restu para pemegang saham pada tanggal 26 Februari 2026.
Baca Juga: ORI029 Masih Menarik di Tengah Volatilitas Pasar, Ini Kata Analis
Direktur BUVA, Satrio mengatakan, perseroan memilih aksi rights issue dibandingkan alternatif opsi pendanaan lainnya lantaran ini merupakan langkah strategis yang memungkinkan penguatan struktur permodalan dan meminimalkan beban keuangan dibandingkan dengan pendanaan dari perbankan.
“Selain hal tersebut, PMHMETD II memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk mendukung pertumbuhan Perseroan secara langsung,” tulisnya dalam keterbukaan informasi Rabu (18/2/2026).
Untuk mengoptimalkan penyerapan dana dari para pemegang saham, khususnya pemegang saham publik, BUVA akan menyampaikan keterbukaan informasi dan prospektus yang jelas serta menetapkan rasio serta harga pelaksanaan yang dapat menarik minat para pemegang saham untuk berpartisipasi dalam PMHMETD II ini.
Satrio mengungkapkan, BUVA mengaku masih melakukan proses kajian internal mengenai harga pelaksanaan dan rasio PMHMETD II. Informasi selengkapnya akan dipublikasikan dalam Prospektus PMHMETD Il sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama BUVA telah memberikan konfirmasi dukungan untuk melaksanakan rights issue itu.
“Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama Perseroan memiliki rencana untuk mengambil HMETD lebih dari proporsi bagiannya apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya. Hal ini akan dipublikasikan dalam Prospektus HMETD II sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Baca Juga: IHSG Terkoreksi 0,25% ke 8.289 di Sesi I Kamis (19/2), Top Losers: BMRI, DSSA, SMGR
Informasi terkait perkiraan dana yang dihimpun, pembeli siaga (standby buyer), dan penggunaan dana hasil rights issue juga akan dipublikasikan dalam prospektus nanti.
Tetapi intinya, dana dari rights issue ini akan digunakan untuk keperluan belanja modal berupa pembelian lahan, pengembangan aset dan usaha, pengambilalihan perusahaan yang memiliki nilai strategis, dan/atau pembayaran atas kewajiban perseroan dan/atau anak usaha.
“Perseroan berkomitmen untuk menggunakan dana hasil PMHMETD II secara konsisten dengan rencana penggunaan dana sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi dan/atau prospektus,” katanya.
Selanjutnya: Tak Sekadar Brand Ambassador, Cristiano Ronaldo Kini Jadi Investor Herbalife
Menarik Dibaca: Tak Sekadar Brand Ambassador, Cristiano Ronaldo Kini Jadi Investor Herbalife
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)