Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan dan parkir di zona hijau usai libur panjang Tahun Baru Imlek.
Penguatan ini didorong sentimen positif dari dalam dan luar negeri, termasuk kinerja sektor unggulan serta optimisme pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.
Pada penutupan perdagangan Rabu (18/2/2026), IHSG melonjak 97,05 poin atau 1,19% ke level 8.310,22. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor setelah jeda perdagangan.
Volume dan Nilai Transaksi Meningkat
Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume transaksi saham mencapai 51,91 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 23,62 triliun.
Sebanyak 454 saham ditutup menguat, 216 saham melemah, dan 145 saham stagnan. Komposisi tersebut menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar saham domestik.
Sektor Energi dan Consumer Cyclical Jadi Motor Penggerak
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai penguatan IHSG kali ini ditopang oleh sektor energi dan consumer cyclical.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Konsolidasi Sehat Awal Tahun, Ini Kata Analis
“Di sisi lain, penguatan IHSG juga sejalan dengan penguatan bursa global dan regional serta harga komoditas dunia,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut penguatan indeks terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar pasca libur panjang.
Ekspektasi terhadap kondisi ekonomi yang masih solid, antisipasi kinerja emiten, serta potensi pembagian dividen menjadi faktor utama pendorong sentimen positif.
“Semua sektor menguat dengan kenaikan terbesar pada sektor transportasi,” katanya kepada Kontan, Rabu.
Bursa Asia Mayoritas Menguat
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga ditutup menguat. Namun demikian, pasar masih mencermati kekhawatiran baru terkait dampak perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI) terhadap industri tertentu.
“Bursa China, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek,” ungkap Alrich.
Proyeksi IHSG dan Sentimen yang Dicermati
Untuk perdagangan berikutnya, analis memperkirakan IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan level teknikal yang perlu diperhatikan.
Herditya memperkirakan IHSG bergerak dengan support di 8.263 dan resistance di 8.334.
Baca Juga: BEI Suspensi 50 Emiten karena Tunggakan Annual Listing Fee, Ini Daftar Lengkapnya
“Investor akan mencermati rilis data makro Amerika Serikat (AS) dan juga FOMC Minutes, serta akan ada rilis BI Rate,” tuturnya.
Ia merekomendasikan investor untuk mencermati saham BUVA dengan target harga Rp 1.595–Rp 1.720 per saham, INET Rp 458–Rp 494 per saham, serta PANI Rp 11.725–Rp 12.200 per saham.
Sementara itu, Alrich memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 8.250 dan resistance 8.400, dengan pivot di level 8.350.
Investor juga akan menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung Kamis (19/2). Pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan BI Rate di level 4,75%, Deposit Facility Rate di 3,75%, dan Lending Facility Rate di 5,5%.
”Selain itu, juga akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan Januari 2026 yang diperkirakan cenderung stabil di level 9,6%,” katanya.
Untuk perdagangan hari ini, Alrich menyarankan investor mencermati saham MEDC, ADMR, TOBA, EMTK, dan BBYB sebagai opsi yang menarik dipantau.
Selanjutnya: Anatomi IHSG 18 Februari 2026: Melacak Jejak Smart Money di Saham Hidden Gems
Menarik Dibaca: Warga Batang Wajib Tahu Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Lengkap Resmi Kemenag
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)