kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Simak saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan Kamis (10/10)


Kamis, 10 Oktober 2019 / 09:21 WIB

Simak saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan Kamis (10/10)
ILUSTRASI. Pegawai melintas di depan layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah satu persen atau turun 60,67 poin ke level 6.000,58 dari perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (4

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin (9/10), ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 6.029.  MNC Sekuritas memproyeksikan selama IHSG belum mampu menembus level 6.085, maka  diperkirakan IHSG masih berpotensi terkoreksi menuju area 5.950-5.900.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasikan sejumlah saham pada hari ini. "Investor bisa mencermati saham BSDE, ERAA, INCO, BMRI," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (10/10).

Baca Juga: Enam Saham Hijau, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah (8/10)

Herditya melihat saham BSDE berpotensi untuk melanjutkan penguatannya kembali. Oleh karenanya, Herditya menyarankan investor lakukan buy on weakness di level 1.300-1.340 dengan target harga berjangka di Rp 1.420, Rp1.460, dan Rp 1.510. Adapun level stoploss sahamnya di bawah 1.260.

Rekomendasi kedua adalah ERAA yang secara teknikal koreksi sahamnya sudah relatif terbatas. Herditya menilai selanjutnya ERAA berpotensi menguat dalam jangka pendek.

Baca Juga: IHSG Erosi, Ini 10 Saham LQ45 dengan PER Tertinggi dan Terendah (9/10)

Adapun pada hari ini Herditya menyarankan investor untuk buy on weakness ERAA di level 1.500-1.520 dengan target harga Rp 1.750, dan Rp 1.850. Level stoploss sahamnya di bawah 1.400.

Rekomendasi selanjutnya adalah INCO. Secara teknikal menurut Herditya posisi INCO memberi sinyal adanya potensi untuk melanjutkan penguatannya.

Herditya merekomendasikan saham INCO untuk buy on weakness di rentang 3.460-3.570 dengan target harga di Rp 3.920, dan Rp 4.300. adapun level stoploss-nya di bawah 3.300.

Terakhir, Herditya merekomendasikan saham BMRI. Secara teknikal penguatan BMRI merupakan bagian dari wave koreksi.

Adapun BMRI akan terkoreksi menuju area 6.275 dan 6.150 terlebih dahulu. Herditya menyarankan investor lakukan sell on strength di level 6.500-6.800.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×