kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Simak rincian penggunaan dana hasil IPO Ginting Jaya Energi Tbk


Rabu, 02 Oktober 2019 / 17:00 WIB
Simak rincian penggunaan dana hasil IPO Ginting Jaya Energi Tbk
ILUSTRASI. Paparan publik rencana IPO Ginting Jaya Energi

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ginting Jaya Energy Tbk akan menggelar penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam aksi korporasi ini, perusahaan yang berbasis di Palembang ini rencananya akan menawarkan sebanyak-banyaknya 750 juta saham atau 30,29% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Proses IPO akan ditangani oleh MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

PT Ginting Jaya Energy Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa dan pengadaan rig serta kerja ulang sumur (workover) dan perawatan sumur (well services) atau WOWS.

Dengan penawaran sebesar Rp 375 - Rp 450 per saham, Ginting Jaya Energi Tbk menargetkan dana segar yang akan diperoleh sekitar Rp 300 miliar.

Baca Juga: Bakal IPO, ini harga penawaran yang ditetapkan Ginting Jaya Energi

Jimmy Hidayat, Direktur Utama PT Ginting Jaya Energy Tbk menjelaskan, dana hasil IPO ini nantinya akan digunakan untuk empat keperluan utama.

Pertama, untuk penambahan rig. Sebanyak 61% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian tujuh buah rig.

Tujuh rig ini terdiri atas empat unit rig bekas berspesifikasi 350 Host Power (HP) dan 450 HP serta tiga unit rig anyar berspesifikasi 350 HP dan 450 HP.

Pembelian rig ini lengkap dengan peralatan pendukung. Unit baru direncanakan bakal beroperasi pada 2020.

Untuk membeli satu rig lengkap berserta alat pendukungnya, dibutuhkan dana sekitar US$ 3 juta hingga US$ 4 juta. Sementara  waktu imbal hasil (break even point/BEP) membutuhkan waktu sekitar 5 tahun untuk satu buah rig.

"Dan itu tergantung pada spesifikasi Host Power (HP)," jelas Jimmy dalam due diligence meeting dan Public Expose yang digelar Rabu (2/10).

Menurutnya, satu rig diperkirakan memiliki jangka waktu operasi hingga 25 tahun.

Pembelian rig baru ini tidak lepas dari ambisi Ginting Jaya Energi Tbk untuk menjadi perusahaan penyedia WOWS terbesar se-Indonesia.

Welly Sugiharto, Direktur Ginting Jaya Energy menambahkan, saat ini perusahaannya menjadi market leader penyedia rig WOWS terbesar di Sumatra bagian selatan.

Selain itu, manajemen menilai kebutuhan jasa WOWS di Indonesia masih sangat besar. Karena sekitar 85% sumur minyak di Indonesia tergolong sumur tua. Oleh karena itu, proses WOWS harus dilakukan oleh perusahaan yang berkompeten di bidangnya.

Baca Juga: Masih ada 23 perusahaan yang antre IPO di BEI tahun ini, berikut daftarnya

Sebanyak 16,4% dana hasil IPO akan digunakan untuk pembelian aset, berupa yard workshop. Perusahaan berencana untuk melakukan pembelian Tanjung Api-Api yard (yang saat ini sudah dipakai menjadi kantor pusat) dan Prabumulih yard untuk mendukung operasional perusahaan.

Sebanyak 10% dari dana IPO juga akan digunakan untuk pelunasan utang leasing seperti kepada PT Indomobile Finance, BCA Finance, hingga BFI Finance.

Sementara sisanya sebesar 12,6% akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan bisnis lima tahun ke depan. Pada 2023, Ginting Jaya Energi menargetkan dapat memiliki 23 buah rig.

Dengan rencana ekspansi ini, maka Ginting Jaya Energi menargetkan dapat menguasai sekitar 5% pangsa pasar rig WOWS secara nasional.

Lebih lanjut, sekitar 80% dari seluruh dana hasil IPO akan digunakan tahun ini, terutama untuk pembelian asset, pembayaran utang, hingga pembayaran down payment (DP) untuk pembelian rig.




TERBARU

×