kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Simak rekomendasi saham-saham teknologi Grup Kresna


Selasa, 16 November 2021 / 06:50 WIB
Simak rekomendasi saham-saham teknologi Grup Kresna


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

Sementara itu, Hendriko cenderung menyarankan investor untuk memahami betul bisnis yang dijalankan oleh emiten-emiten sektor teknologi.

Baca Juga: IHSG diramal lanjutkan pelemahan pada Selasa (16/11), cermati saham-saham ini

"Memilih emiten dengan potensi membukukan kinerja yang menjanjikan pertumbuhan ke depannya mengingat masih banyak emiten teknologi yang merugi saat ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (15/11).

Hendriko sebenarnya masih melihat  potensi saham-saham teknologi kembali menguat. Dengan catatan, terjadi rotasi ke sektor teknologi yang dipicu oleh katalis-katalis positif. Di sisi lain, saham ini bisa menguat kembali apabila emiten-emiten mampu membukukan kinerja yang baik dan sesuai dengan ekspektasi investor.

Sekadar informasi, emiten-emiten Grup Kresna yang sudah merilis laporan keuangan hingga kuartal III 2021 mencetak pertumbuhan yang positif, bahkan beberapa melesat drastis.

Mengutip laporan keuangan, TFAS membukukan kenaikan pendapatan bersih hingga 0,89% year on year (yoy) menjadi Rp 489,88 miliar. Sementara laba bersihnya meningkat 269,95% yoy menjadi Rp 38,40 miliar.

Adapun pendapatan bersih DMMX bertumbuh 105,93%  yoy menjadi Rp 715,85 miliar, dengan kenaikan laba yang lebih yang lebih signifikan yakni 811,93% yoy menjadi Rp 226,18 miliar.

Baca Juga: Jelang akhir tahun, MI mulai ancang-ancang window dressing

Kinerja yang positif juga dicatatkan oleh NFCX dengan pertumbuhan pendapatan 8,71% yoy menjadi Rp 6,44 triliun. Sementara laba bersihnya terkerek 823,39% yoy menjadi Rp 164,88 miliar.

Di sisi lain, DIVA mengalami kenaikan pendapatan bersih hingga 45,54% yoy menjadi Rp 3,61 triliun. Laba bersihnya melesat menjadi Rp 1,24 triliun dari sebelumnya Rp 26,06 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×