kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Simak rekomendasi saham-saham teknologi Grup Kresna


Selasa, 16 November 2021 / 06:50 WIB
Simak rekomendasi saham-saham teknologi Grup Kresna


Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

Sementara itu, Hendriko cenderung menyarankan investor untuk memahami betul bisnis yang dijalankan oleh emiten-emiten sektor teknologi.

Baca Juga: IHSG diramal lanjutkan pelemahan pada Selasa (16/11), cermati saham-saham ini

"Memilih emiten dengan potensi membukukan kinerja yang menjanjikan pertumbuhan ke depannya mengingat masih banyak emiten teknologi yang merugi saat ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (15/11).

Hendriko sebenarnya masih melihat  potensi saham-saham teknologi kembali menguat. Dengan catatan, terjadi rotasi ke sektor teknologi yang dipicu oleh katalis-katalis positif. Di sisi lain, saham ini bisa menguat kembali apabila emiten-emiten mampu membukukan kinerja yang baik dan sesuai dengan ekspektasi investor.

Sekadar informasi, emiten-emiten Grup Kresna yang sudah merilis laporan keuangan hingga kuartal III 2021 mencetak pertumbuhan yang positif, bahkan beberapa melesat drastis.

Mengutip laporan keuangan, TFAS membukukan kenaikan pendapatan bersih hingga 0,89% year on year (yoy) menjadi Rp 489,88 miliar. Sementara laba bersihnya meningkat 269,95% yoy menjadi Rp 38,40 miliar.

Adapun pendapatan bersih DMMX bertumbuh 105,93%  yoy menjadi Rp 715,85 miliar, dengan kenaikan laba yang lebih yang lebih signifikan yakni 811,93% yoy menjadi Rp 226,18 miliar.

Baca Juga: Jelang akhir tahun, MI mulai ancang-ancang window dressing

Kinerja yang positif juga dicatatkan oleh NFCX dengan pertumbuhan pendapatan 8,71% yoy menjadi Rp 6,44 triliun. Sementara laba bersihnya terkerek 823,39% yoy menjadi Rp 164,88 miliar.

Di sisi lain, DIVA mengalami kenaikan pendapatan bersih hingga 45,54% yoy menjadi Rp 3,61 triliun. Laba bersihnya melesat menjadi Rp 1,24 triliun dari sebelumnya Rp 26,06 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×