kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Simak rekomendasi analis soal pergerakan IHSG jelang RDG Bank Indonesia


Minggu, 17 November 2019 / 19:04 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). Sejumlah analis berharap BI masih akan kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan untuk menggerakkan IHSG. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama.


Reporter: | Editor: Tendi Mahadi

Kemudian Nafan juga menyarankan investor untuk akumulasi beli saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA, anggota indeks Kompas100) dengan target harga jangka panjang Rp 1.395 per saham.

Selanjutnya akumulasi beli saham INCO (anggota indeks Kompas100) dengan target harga Rp 4.460 per saham dan TLKM (anggota indeks Kompas100) dengan target harga Rp 4.530 per saham.

Sementara itu, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan sampai saat ini BI sudah menurunkan tingkat suku bunga hingga empat kali. “Tahun ini sudah agresif dengan menurunkan suku bunga hingga empat kali, saya melihat tahun depan baru turun lagi,” katanya, Jumat (17/11).

Baca Juga: Asing jual kepemilikan saham hingga Rp 1,28 triliun dalam sepekan, ini kata analis

Apabila BI menurunkan suku bunga acuan hal ini akan banyak berdampak untuk emiten perbankan. Hal ini lantaran pertumbuhan kredit dari perbankan juga masih di bawah target dan bakal mempengaruhi pendapatan sektor perbankan dalam jangka pendek.

Dalam jangka pendek, sambungnya, investor bisa mengoleksi saham-saham blue chip seperti saham BBCA (anggota indeks Kompas100), BMRI (anggota indeks Kompas100) dan BBRI (anggota indeks Kompas100).

Adapun target harga saham BBCA Rp 32.000 per saham, kemudian saham BMRI dengan target harga Rp 7.200 per saham, dan BBRI dengan target harga Rp 4.400.

Adapun beberapa sektor yang menurutnya masih menarik meliputi sektor consumer dan telekomunikasi. Dari segi pendapatan, tambahnya, sektor telekomunikasi masih mencatatkan kinerja yang ciamik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×