kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah, Kamis (13/7)


Rabu, 12 Juli 2023 / 19:09 WIB
Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah, Kamis (13/7)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah menguat pada Rabu (12/7). Mengutip Bloomberg, rupiah spot ditutup menguat 0,52% ke level Rp 15.075 per dolar Amerika Serikat (AS).


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat pada Rabu (12/7). Mengutip Bloomberg, rupiah spot ditutup menguat 0,52% ke level Rp 15.075 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah cenderung menguat sebagai dampak dari ekspektasi penurunan inflasi AS per bulan Juni 2023. Penguatan rupiah juga didukung sentimen risk-on di pasar Asia.

Inflasi AS bulan Juni 2023 diperkirakan 3,1%, lebih rendah dari bulan sebelumnya 4,0%. Sementara, inflasi inti AS pada bulan Juni 2023 diperkirakan menurun menjadi 5,0% dari bulan sebelumnya 5,3%.

Sementara itu, sentimen risk-on kembali menguat sejalan dengan peningkatan kredit China yang melebihi ekspektasi. Sehingga, hal itu memberikan perkiraan membaiknya perekonomian China.

Baca Juga: Perkasa, Rupiah Spot Ditutup Menguat ke Rp 15.075 Per Dolar AS Pada Hari Ini (12/7)

Pengamat mata uang Lukman Leong mencermati, penguatan rupiah karena dolar AS yang kembali melemah ke level terendah dalam 2 bulan. The Greenback melemah seiring ekspektasi tingkat suku bunga The Fed diperkirakan kembali termoderasi, jelang rilis data inflasi AS pada malam ini (12/7) waktu Amerika Serikat.

Lukman melihat pergerakan rupiah selanjutnya tergantung pada hasil inflasi. Apabila sesuai dengan perkiraan, maka perhatian investor akan kembali pada prospek ekonomi China.

“Data perdagangan China, ekspor dan impor diperkirakan masih akan menurun. Sentimen tersebut bisa menekan rupiah,” ucap Lukman kepada Kontan.co.id, Rabu (12/7).

Josua melihat rupiah berpotensi menguat terbatas jika inflasi tercatat sesuai ekspektasi yakni menurun. Dengan demikian, potensi The Fed menaikkan suku bunga hingga 50 bps di sisa tahun 2023 semakin mengecil.

“Namun demikian, mengingat sentimen tersebut sudah mendominasi sentimen pasar hari ini, penguatan rupiah diperkirakan cenderung lebih terbatas,” imbuh Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (12/7).

Josua memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 15.025 per dolar AS – Rp 15.125 per dolar AS di perdagangan Kamis (13/7). Sedangkan, Lukman memrediksi USD/IDR akan bergerak di kisaran Rp 15.000 per dolar AS – Rp 15.150 per dolar AS.

Baca Juga: Yield US Treasury Naik ke Atas 4%, Simak Pengaruhnya Bagi Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×