kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Simak dampak pembubaran enam produk reksadana Minna Padi terhadap pergerakan IHSG


Minggu, 24 November 2019 / 20:43 WIB
Simak dampak pembubaran enam produk reksadana Minna Padi terhadap pergerakan IHSG
ILUSTRASI. Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan membubarkan enam produk reksadana yang dikelola oleh manager investasi Minna Padi Aset Manajemen (MPAM). Total nilai dana kelolaan enam reksadana ini mencapai sekitar Rp 6 triliun.

Adapun keenam produk tersebut meliputi Reksa Dana Minna Padi Pringgodani Saham, Reksadana Minna Padi Pasopati Saham, Reksa Dana Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah, Reksa Dana Minna Padi Property Plus, Reksa Dana Padi Keraton II, dan Reksa Dana Minna Padi Hastinaputra Saham.

Baca Juga: Minna Padi luncurkan reksadana syariah baru, investasi bisa mulai Rp 100.000

Beberapa saham yang masuk dalam portfolio Minna Padi Pasopati Saham seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk ( BJTM). Selanjutnya beberapa saham yang terdapat dalam Minna Padi Pringgodani Saham, misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Wijaya Karya (WIKA).

Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, banyak saham bagus dalam portofolio Minna Padi yang dibubarkan tersebut. Dengan begitu, ia memprediksi hal ini akan membuat pasar saham tertekan dalam beberapa waktu ke depan.

“Aturannya kan kalau dibubarkan, berarti dalam waktu 60 hari kerja melakukan penjualan. Fund manager akan menjual sahamnya, kemudian sulit bagi indeks untuk naik dalam waktu dekat ini, ya minimal Desember sampai Januari mungkin agak tertekan,” paparnya pada Kontan, Minggu (24/11).

Baca Juga: Ini penyebab Bareksa suspensi dua reksadana Narada Aset Manajemen

Ia khawatir apabila ada kasus serupa akan dapat memperpanjang tekanan terhadap pasar. Memang, OJK terus melakukan penertiban investasi reksadana, sebelumnya OJK telah menghentikan penjualan produk reksadana yang dikeluarkan PT Narada Aset Manajemen.

“Kalau ada yang menyusul akan butuh waktu,” tambahnya.




TERBARU

Close [X]
×