Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) akan merombak susunan direksi yang rencananya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 April 2026 mendatang.
Direktur SIDO Irwan Hidayat mengungkap, jika berhasil mengantongi restu para pemegang saham, ia akan menjadi Direktur Utama SIDO. Dengan begitu, Irwan akan menggantikan posisi David Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama SIDO.
"Jika disetujui di RUPS SIDO pada 9 April 2026, saya akan menjadi Chief Executive Officer (CEO) SIDO yang kedua kali," ungkap Irwan dalam temu media di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.904 Per Dolar AS Hari Ini (26/3), Asia Melemah
Untuk diketahui, sebelumnya, Irwan Hidayat telah menduduki posisi Direktur Utama SIDO pada 18 Desember 2013 hingga 17 Mei 2016 lalu. Kemudian, posisi tersebut digantikan oleh Sofyan Hidayat selama 2016-2018, sebelum David Hidayat menjadi Direktur Utama perseroan pada 2018 dan direncanakan hingga 2026.
Irwan menyebut, ia akan menjadi Direktur Utama SIDO terakhir dari generasi ketiga perusahaan keluarga Hidayat ini. Dengan langkah ini, Irwan bilang dirinya mewakili keluarga Hidayat untuk menyerahkan Sido Muncul kepada generasi selanjutnya ke depan.
"Kami berlima, di generasi ketiga, selama setahun ini akan mempersiapkan SIDO sebaik mungkin untuk dilanjutkan oleh generasi penerus," ungkapnya.
Dengan begitu, pada RUPS tanggal 9 April 2026, direncanakan penggantian pengurus perseroan SIDO sebagai berikut.
- Direktur Utama: Irwan Hidayat
- Direktur: David Hidayat
- Direktur: Maria Reviani Hidayat
- Direktur: Darmadji Sidik
- Direktur: Budiyanto
- Komisaris Utama: Sofyan Hidayat
- Komisaris: Johan Hidayat
- Komisaris: Sigit Hartojo Hadi Santoso
- Komisaris: Venancia Sri Indrijati W
- Komisaris : Mohammad Adib Khumaidi
- Komisaris: Lindawati Gani
Seiring dengan pergantian direksi, Irwan mengungkap, pada tahun ini perseroan akan mengoptimalkan kinerja dengan sejumlah langkah.
Baca Juga: Laba Bank Jago (ARTO) Melonjak 115%, Begini Rekomendasi Analis Maybank Sekuritas
Pertama, perseroan melakukan efisiensi pengadaan barang (inventory) melalui penerapan sistem internal yang dinamakan Sido Monitoring Activity Real Time (SMART).
Ia menjelaskan, dengan adanya sistem tersebut, seluruh proses pengadaan barang dapat dipantau secara langsung dan transparan. Dalam mekanismenya, setiap pengajuan pembelian harus mencantumkan beberapa penawaran harga, sehingga keputusan tetap berada dalam pengawasan. Penerapan sistem ini juga diharapkan mendukung peningkatan profitabilitas perusahaan.
Sementara itu, perseroan juga akan melakukan penyesuaian inventory dengan pengelolaan yang lebih efisien. Di mana, jika sebelumnya periode penyimpanan persediaan mencapai dua hingga tiga bulan, kini periode inventory dipersingkat menjadi sekitar 21 hari.
Ia menambahkan, perseroan juga bakal memperluas pasar ekspor dalam wujud kantor pemasaran (marketing) di Tiongkok dan India. Saat ini, perseroan telah memiliki kantor pemasaran di Filipina dan Nigeria. "Produk-produk yang sedang kami siapkan itu nantinya disesuaikan dengan regulasi di negara yang ada," imbuh Irwan.
Lebih lanjut, Irwan bilang perseroan juga akan meningkatan penjualan 82 produk suplemen makanan (food supplement) yang telah dimiliki perseroan sejak 2017.
Upaya menggenjot suplemen makanan ini diwujudkan SIDO dengan rencana peluncuran platform anyar pada April mendatang. Platform tersebut, lanjutnya, akan memuat informasi menyeluruh mengenai suplemen makanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dengan sejumlah strategi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih sehat. Serta, dapat menjaga pangsa pasar produk andalan perseroan, Tolak Angin, yang mencapai sebesar 72%.
Baca Juga: Kinerja Champion Pacific (IGAR) Moncer di 2025, Laba Bersih Tumbuh Dua Digit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












