kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Siantar Top targetkan pendapatan 2014 Rp 2,3 T


Rabu, 05 Maret 2014 / 14:31 WIB
Siantar Top targetkan pendapatan 2014 Rp 2,3 T
Warga berbelanja di sebuah supermarket di Depok. Senin (5/9/2022). Konsumsi masyarakat mulai melambat. KONTAN/Baihaki/5/9/2022


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Siantar Top Tbk (STTP) menargetkan bisa membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 35% tahun ini. Kenaikan ini sejalan dengan upaya perseroan meningkatkan kapasitas produksi.

Armin, Direktur Operasional Siantar Top mengatakan, hingga akhir tahun lalu, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sekitar Rp 1,7 triliun. Angka ini meningkat 32% dari tahun sebelumnya. 

"Tahun ini, targetnya pendapatan bisa Rp 2,3 triliun," ujarnya, Rabu (5/3). 

Produk biskuit dan kerupuk (crackers) masih menjadi andalan produsen consumer goods ini. Selain itu, perseroan juga akan mendapatkan tambahan fulus dari pabrik kopi yang baru dikembangkan tahun lalu. 

Target kinerja ini didasarkan pada rencana perseroan untuk menggeber ekspansi. Ekspansi itu antara lain meningkatkan kapasitas produksi dengan memaksimalkan utilisasi mesin. Armin bilang, saat ini utilitas perseroan sekitar 70%. 

Dengan adanya penambahan mesin baru, perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur ini berharap bisa meningkatkan utilitas mesin sebesar 50%. Saat ini, Siantar Top memiliki tujuh pabrik yang tersebar di empat lokasi.

Perinciannya, empat pabrik di Sidoarjo, dan masing-masing satu pabrik berlokasi di Bekasi, Medan, dan Makassar. Adapun, tiga lini produk utama perseroan adalah crackers, mi, biskuit, dan wafer. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×