kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Si hijau terkulai, si kuning mulai bersinar


Rabu, 20 November 2013 / 07:06 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura telah mengkonfirmasi kasus lokal pertama infeksi monkeypox atau cacar monyet di Singapura. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Harga kontrak emas dunia semalam (19/11) mencatatkan kenaikan seiring pelemahan dollar AS. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.42 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 0,1% menjadi US$ 1.273,50 per troy ounce di Comex, New York. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah merosot sebesar 24%, dan tengah menuju penurunan tahunan pertama sejak 2000 lalu.

Kali ini, pelemahan dollar menjadi pemicu kenaikan harga emas. Pasalnya, investor kemudian beralih memburu emas sebagai alat investasi alternatif.

"Pelemahan dollar mendorong harga emas. Waktu pelaksanaan tapering off stimulus akan menjadi salah satu faktor penentu arah emas," jelas Dean Popplewell, currency analyst Oanda Corp yang berbasis di Toronto.

Asal tahu saja, Bloomberg US Dollar Index kemarin jatuh ke level terendah dalam dua pekan terakhir. Pasar berspekulasi, kondisi perekonomian AS saat ini belum terlalu aman untuk dilakukan tapering. Sebelumnya, Janet Yellen, yang dinominasikan untuk memimpin bank sentral, sudah menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS harus membaik terlebih dulu sebelum tapering dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×