kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45945,59   -4,58   -0.48%
  • EMAS933.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.45%
  • RD.CAMPURAN -0.06%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Shiba Inu tak lagi merajai pasar, semangat pembeli ritel memudar


Senin, 22 November 2021 / 14:17 WIB
Shiba Inu tak lagi merajai pasar, semangat pembeli ritel memudar
ILUSTRASI. Shiba Inu menyumbang 6,72% dari total volume perdagangan pada bursa kripto yang terdaftar di Nasdaq itu, tergelincir ke posisi ketiga di belakang Bitcoin dan Ethereum. Photo Illustration by Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS.

Sumber: CoinDesk | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Ekses spekulatif baru-baru ini dalam Shiba Inu, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan pasar yang lebih luas, tampaknya mendingin, volume perdagangan Coinbase periode 13-19 November menunjukkan.

Shiba Inu menyumbang 6,72% dari total volume perdagangan pada bursa kripto yang terdaftar di Nasdaq itu, tergelincir ke posisi ketiga di belakang Bitcoin dan Ethereum, data Coinbase Institutional memperlihatkan.

Kripto yang memproklamirkan diri sebagai pembunuh dogecoin itu menduduki peringkat teratas volume Coinbase dalam dua pekan terakhir, berkontribusi 16,6% terhadap total perdagangan di periode 6-12 November dan 25% selama 30 Oktober-5 November.

“Dalam hal perincian volume, BTC (Bitcoin) dan ETC (Ethereum) telah merebut kembali posisi teratas, sementara SHIB (Shiba Inu) di tempat ketiga untuk saat ini karena mania koin meme ritel mendingin,” sebut Coinbase Institutional dalam buletin mingguan, seperti dikutip CoinDesk.

Baca Juga: Harga Bitcoin masih melayang di bawah US$ 60.000, bisa jatuh ke US$ 53.000

Meski begitu, Shiba Inu masih di depan kripto terkemuka lainnya, seperti Solana, Polkadot, Polygon, dan Chainlink.

Shiba Inu yang didominasi pembeli ritel secara konsisten menjadi salah satu dari tiga kripto teratas yang diperdagangkan di Coinbase sejak minggu kedua Oktober lalu.

SHIB mengambil tawaran beli yang kuat di paruh kedua bulan lalu, setelah Bitcoin mencatat rekor harga tertinggi baru. Kripto berbasis meme ini mencapai harga puncak baru di US$ 0,00008894 pada 28 Oktober, mengakhiri bulan lalu dengan lonjakan 830%.

Banyak analis melihat lonjakan Shiba Inu sebagai tanda hiruk pikuk pembeli ritel yang sering diamati di puncak pasar yang lebih luas. 

Baca Juga: Bukan Dogecoin atau Shiba Inu, ini 5 cryptocurrency teropuler saat ini

Pergerakan parabola kripto bertema anjing itu pada awal Mei lalu juga diikuti oleh aksi jual di seluruh pasar, yang membuat harga Bitcoin turun dari US$ 58.000 menjadi $30.000 dalam seminggu.

Sejarah tampaknya telah berulang dalam beberapa minggu terakhir. Harga Bitcoin jatuh ke level terendah lima minggu terakhir di US$ 55.666 pada 19 November, setelah gagal beberapa kali untuk membangun pijakan di atas level tertinggi sejak pertengahan Oktober.

Dengan pendinginan semangat spekulatif, perhatian pasar bisa beralih kembali ke Bitcoin dan kripto utama lainnya. 

Mengacu data CoinDesk, harga Shiba Inu pada Senin (22/11) pukul 14.09 WIB ada di US$ 0,000044, turun 4,35% dibanding posisi 24 jam sebelumnya. 

Selanjutnya: Selandia Baru akan membatalkan kebijakan penguncian COVID-19 pada awal Desember 2021

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×