kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Setelah terempas, harga Bitcoin langsung bangkit tembus US$ 58.000


Kamis, 14 Oktober 2021 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Bitcoin.


Sumber: CoinDesk,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Dan, Amerika Serikat (AS) mengambil alih China sebagai pusat penambangan Bitcoin terbesar di dunia, mengacu Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF), Inggris, yang terbit Rabu (13/10).

Pihak berwenang China melarang aktivitas penambangan Bitcoin awal tahun ini, yang menyebabkan para penambang menghentikan aktivitas mereka atau pindah ke luar negeri.

Pangsa China atas kekuatan komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin global, yang dikenal sebagai "hash rate", turun menjadi nol pada Juli lalu, dari 44 persen di Mei, data CCAF menunjukkan, seperti dikutip Reuters.

Sementara AS sekarang menjadi pusat penambangan Bitcoin terbesar di dunia, sekitar 35,4% dari hash rate global pada akhir Agustus, diikuti oleh Kazakhstan dan Rusia, menurut data CCAF.

Selanjutnya: Langkah terbaru menjauh dari China, Binance setop penggunaan yuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×