kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Setelah mendaki, di Asia emas bergerak flat


Kamis, 07 November 2013 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Warga menjalani tes swab antigen di Jakarta, Senin (13/6).  KONTAN/Carolus Agus Waluyo/13/06/2022.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Setelah menanjak ke posisi tertinggi dua pekan di New York, siang ini (7/11), pergerakan harga kontrak emas dunia tampak tak banyak berubah posisi.

Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 11.15 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat berada di posisi US$ 1.316,56 per troy ounce dari posisi sebelumnya US$ 1.317,93 per troy ounce. Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember berada di posisi US$ 1.316,20 per troy ounce.

Pergerakan harga emas yang terbilang flat dipengaruhi oleh aksi wait and see investor terhadap data pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja AS yang diprediksi belum akan menunjukkan angka yang memuaskan. Hal ini meningkatkan spekulasi bahwa stimulus masih sangat dibutuhkan.

"Kami percaya bahwa pelaku pasar masih fokus terhdap data ekonomi yang bakal segera dirilis, khususnya data tenaga kerja AS dan angka pengangguran. Ada pula ekspektasi bahwa pengurangan stimulus oleh the Fed akan memberatkan pergerakan harga emas. Pada saat yang bersamaan, the Fed masih belum yakin bagaimana mengatur mengenai quantitative easing," jelas James Steel, analis HSBC Securities Inc.

Sekadar tambahan informasi, harga emas sudah melorot sebesar 21% pada tahun ini dan menuju penurunan tahunan pertama sejak 2000 silam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×