kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Setelah IPO, SWAT ingin genjot produksi kertas


Sabtu, 09 Juni 2018 / 15:20 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) berencana menggelar berbagai ekspansi usai mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Produsen kertas ini akan terus mengembangkan produksinya.

Saat ini, SWAT memiliki dua pabrik yang menghasilkan 4.000 ton per bulan dengan utilisasi sebesar 30%. "Bukan karena tak ada permintaan, tapi karena tak ada bahan baku," ungkap Presiden Direktur SWAT, Alim Susanto, kemarin.

Manajemen SWAT akan menggunakan dana hasil initial public offering (IPO) untuk membeli bahan baku. Kendala bahan baku juga akan ditanggulangi dengan ekspansi di paper mill. SWAT menargetkan pabrik paper mill ini berkapasitas 3.000 ton hingga 4.000 ton per bulan.

Selama ini SWAT menjual kemasan karton paper cone dan paper tube. Sebesar 60% produksi digunakan di segmen food and beverages, sementara 10% hingga 20% digunakan untuk special box di bidang militer.

Dengan mulai beroperasinya pabrik paper mill tersebut, manajemen SWAT berharap bisa meraih kenaikan pendapatan di kisaran 8% hingga 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×