kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.818   23,00   0,14%
  • IDX 7.863   -466,40   -5,60%
  • KOMPAS100 1.097   -68,22   -5,85%
  • LQ45 797   -36,56   -4,39%
  • ISSI 277   -20,61   -6,92%
  • IDX30 417   -12,66   -2,95%
  • IDXHIDIV20 501   -8,72   -1,71%
  • IDX80 122   -7,02   -5,43%
  • IDXV30 135   -4,39   -3,16%
  • IDXQ30 136   -2,57   -1,85%

Setelah IPO, Medela (MDLA) Berencana Gandeng Mitra Asing untuk Ekspansi Bisnis


Selasa, 15 April 2025 / 11:18 WIB
Setelah IPO, Medela (MDLA) Berencana Gandeng Mitra Asing untuk Ekspansi Bisnis
Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Krestijanto Panji saat pencatatan perdana saham MDLA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (15/4/2025).


Reporter: Inggit Yulis Tarigan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan skema penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada Selasa (15/4).

Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk Krestijanto Panji mengatakan, setelah IPO, perusahaan akan fokus untuk membangun pabrik, membeli gudang, serta menambah kapasitas produksi yang diarahkan untuk integrasi vertikal. 

“Sekarang ini kami sedang membuat wound care, istilahnya plester. Nah plester itu kelengketannya beda beda dan kebanyakan dibuat di Eropa yang humiditasnya beda. Dengan kami menjadi produsen, kami bisa vertical integration,” ucap Krestijanto pada Kontan, (15/4).

Baca Juga: Medela (MDLA) Raup Rp 685 Miliar dari IPO, Fokus Perkuat Distribusi Produk Kesehatan

MDLA juga menjajaki kerja sama produksi dengan perusahaan luar negeri, salah satunya China. 

“China juga banyak yang mau masuk (investasi). Kami sedang eksplore dengan perusahaan di China,” tuturnya.

Selain itu, MDLA juga berencana menjalin kerja sama bisnis dengan negara negara Asia untuk distribusi. 

“Sejauh ini ada pembicaraan dengan satu perusahaan di Filipina, yang lain masih kami pikirkan, Vietnam atau Thailand misalnya,” tambah Krestijanto.

Dalam setahun terakhir, Krestijanto menyampaikan pendapatan MDLA unaudited mencapai 14 triliun. 

Dibandingkan 2023, pertumbuhannya sekitar 11%-12%. Ia menambahkan, untuk 2025 MDLA menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 11%-12%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×