kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Setelah 4 Hari Perdagangan Sepi, Bursa Karbon Kembali Riuh


Rabu, 04 Oktober 2023 / 18:55 WIB
Setelah 4 Hari Perdagangan Sepi, Bursa Karbon Kembali Riuh
ILUSTRASI. IDXCarbon kembali ada transaksi setelah empat hari perdagangan bursa karbon sepi dari aktivitas jual-beli.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Karbon Indonesia alias IDXCarbon kembali ada transaksi setelah empat hari perdagangan bursa karbon sepi dari aktivitas jual-beli. 

Sejak 27 September hingga 3 Agustus 2023, IDXCarbon tidak mencatatkan transaksi sama sekali alias nihil. Padahal Bursa Karbon Indonesia baru diresmikan pada 26 September 2023. 

Namun pada Rabu (4/10), terjadi aktivitas perdagangan. Merujuk data IDXCarbon, volume transaksi karbon mencapai  14 tCO2. Sepanjang hari nilai transaksi itu mencapai Rp 974.400. 

Transaksi itu terjadi di pasar reguler. Hanya saja, harga unit karbon IDTBS mengalami penurunan dari Rp 77.000 per tCO2 menjadi Rp 69.600 per tCO2 di akhir perdagangan. 

Baca Juga: Beli 3.000 Ton Karbon, Bank Mandiri Tunggu Aturan Teknis Perdagangan Karbon

Terpantau pengguna jasa bursa karbon mengalami kenaikan menjadi 17. Sebagai pembanding, pada peluncuran perdana hanya ada 16 pengguna jasa.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menuturkan pada dasarnya, likuiditas bursa karbon tidak saham dengan bursa saham. 

"Dan karena ini masih dalam tahap awal, jumlah pengguna jasa juga belum cukup banyak," jelas dia, Rabu (4/10). 

Untuk menggenjot likuiditas, PT Bursa Efek Indonesia selaku penyelenggara Bursa Karbon akan gencar melakukan sosialisasi dan pertemuan dengan perusahaan yang potensial. 

Baca Juga: Komitmen Proaktif Dalam Bursa Karbon, BNI Borong 40.000 Unit Karbon

"Dengan begitu, harapannya jumlah penawaran dan permintaan  cukup banyak sehingga bursa karbon akan lebih likuid," kata Jeffrey. 

Dalam debutnya, nilai transaksi bursa karbon mencapai Rp 29,20 miliar. Produk karbon hanya berasal dari Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE). 

Adapun Pertamina NRE menawarkan Unit Karbon dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di harga Rp 69.600 per tCO2. 

Sepanjang perdagangan perdana Selasa (26/9), terjadi 27 transaksi dengan total volume mencapai 459.953 tCO2. Transaksi itu berasal dari 15 pembeli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×