kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45796,59   20,69   2.67%
  • EMAS934.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.78%
  • RD.CAMPURAN 0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Serapan lelang SUN pemerintah sejalan dengan kondisi cashflow


Selasa, 30 Juni 2020 / 20:30 WIB
Serapan lelang SUN pemerintah sejalan dengan kondisi cashflow
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,46 persen atau 65,64 poin ke level 4.567,56 pada akhir perdagangan hari ini. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) berhasil membukukan lelang Surat Utang Negara (SUN) Selasa (30/6) berhasil mengumpulkan penawaran masuk sebanyak Rp 72,03 triliun atau turun sebanyak 15,07% dari capaian lelang sebelumnya yakni Rp 84,82 triliun.

Sekedar mengingatkan, lelang SUN sempat sentuh rekor Rp 127 triliun di Februari 2020. Sementara itu, dari total penawaran masuk yang masuk pada Lelang SUN Selasa (30/6), pemerintah berhasil menyerap sebanyak Rp 20,5 triliun atau masih sesuai target.

Baca Juga: Sebaran Covid-19 belum reda, penawaran lelang SUN akhir Juni 2020 lesu

"Kondisi global dan domestik yang masih volatile akibat tingginya penyebaran Covid-19 dan tensi perang dagangan AS dan China yang tinggi jadi penyebab lesunya penawaran masuk kali ini," ujar Head of Fixed Income Bank BNI Edy Pramono kepada Kontan, Selasa (30/6).

Meskipun begitu, Edy menilai capaian penawaran lelang SUN Selasa (30/6) masih positif. Pemerintah dinilai masih sukses dalam penerbitan SUN, meskipun dari sisi jumlah penawaran berada di bawah lelang sebelumnya.

"Tren ini diperkirakan masih berlanjut ke depan, karena investor masih confident terhadap SUN. Hal ini tercermin dari jumlah penawaran yang dimenangkan asing pada lelang kali ini, yakni berkisar Rp 3,8 triliun," tambanya.

Baca Juga: Lelang SUN akhir Juni turun 15%

Adapun terkait serapan pemerintah yang sedikit di atas target indikatif pemerintah, nilai Edy masih tepat. Ini karena, pemerintah tengah berusaha menyesuaikan penyerapan dengan cashflow penerimaan dan pengeluaran anggaran, dalam rangka efisiensi cost of fund.

Sebagai informasi, pemerintah memperkirakan defisit APBN tahun ini sebesar 6,27% dari PDB, atau melebar dibandingkan perkiraan semula yakni 5,07%.

Secara nominal, defisit APBN 2020 bakal melebar menjadi Rp 1.028,5 triliun dari proyeksi sebelumnya yang hanya Rp 852,9 triliun.

Untuk ke depan, Edy memperkirakan tren yield untuk tenor 10 tahun bakal berada di kisaran 7% hingga 7,2%. Sedangkan untuk tenor 5 tahun diperkirakan berada pada rentang 6,4% hingga 6,5%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×