kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Sepekan terakhir rupiah terkoreksi 0,34%


Jumat, 14 Oktober 2016 / 16:58 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah akhirnya menyerah di hadapan dollar AS selama sepekan terakhir. Menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang menggerus mata uang garuda.

Di Pasar Spot, Jumat (14/10) kurs rupiah menguat 0,31% ke level Rp 13.033 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir, rupiah tergerus 0,34%. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,15% di Rp 13.047 pada akhir pekan dan terkikis 0,19% sepekan terakhir.

David Sumual, Analis PT Bank Central Asia menuturkan, kenaikan harga minyak mentah dunia membawa sentimen positif bagi rupiah di akhir pekan. Tetapi dalam sepekan terakhir, pergerakan rupiah masih dibayangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Klaim pengangguran mingguan AS pekan lalu sebesar 246.000 berada di bawah proyeksi sebesar 252.000. "Ini menguatkan ekspektasi kemungkinan pengetatan moneter The Fed," ujar David. Dalam catatan rapat bulan lalu, The Fed juga sepakat untuk menaikkan tingkat suku bunga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×