kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sepekan naik 95,35%, saham Indo Komoditi Korpora (INCF) masuk UMA


Selasa, 16 April 2019 / 09:04 WIB
Sepekan naik 95,35%, saham Indo Komoditi Korpora (INCF) masuk UMA


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) sebagai saham yang bergerak di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA). BEI mengungkapkan bahwa telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham INCF di luar kewajaran.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham INCF tersebut, perlu kami sampaikan bahwa BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ungkap Lidia M. Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman bursa, Senin (15/4).

Senin (15/4), harga saham INCF ditutup menguat 23,28% ke level Rp 715 per saham yang merupakan harga tertinggi sejak relisting pada 6 September 2016 lalu. Lonjakan harga saham INCF terjadi dalam sepekan terakhir.

Harga saham perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembangunan, perdagangan, pengangkutan darat, perbengkelan, pertanian, percetakan, serta industri dan jasa ini naik 95,35% dalam sepekan. Senin pekan lalu (8/4), harga saham INCF masih berada di Rp 366 per saham.

BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas konfirmasi bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten jika rencana ini belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham. BEI juga meminta investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×